LOMBOK TIMUR — Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Hamzanwadi terus memperluas jangkauan pengalaman mahasiswanya dalam mengenal Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Pada tahun 2026, lokasi program magang industri mahasiswa tidak hanya tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali, tetapi telah merambah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan menembus kancah internasional ke Jepang.
Koordinator Program Studi (Koorprodi) Pariwisata, Muhammad Ramli, M.Pd., CHE., menjelaskan bahwa perluasan jejaring kemitraan ini merupakan bentuk komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2025 lalu, mitra DUDI kita paling jauh berada di Bali. Namun, tahun 2026 ini jangkauannya meluas hingga ke Yogyakarta, bahkan sampai ke Jepang,” ungkap Ramli.
Ia menilai capaian perluasan lokasi magang pada tahun 2026 ini sebagai titik balik (turning point) yang signifikan bagi peningkatan kualitas pelayanan di Prodi Pariwisata. Capaian hingga tingkat nasional dan internasional ini membuktikan keseriusan institusi dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata.
Mengingat luasnya peluang dan ruang kerja bagi lulusan S1 Pariwisata, pihak prodi menempatkan para mahasiswa di 17 mitra DUDI yang berbeda. Mitra tersebut mencakup industri perhotelan, pengelola destinasi, hingga biro perjalanan wisata.
Belasan mitra ini tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Utara (termasuk Gili Trawangan), Bali, dan Yogyakarta. Di setiap lokasi industri, prodi menempatkan dua hingga empat orang mahasiswa.
Melalui program magang industri yang berlangsung selama satu semester penuh ini, Ramli berharap para mahasiswa dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya di lapangan.
“Program ini diharapkan dapat melengkapi khazanah keilmuan dan memperluas wawasan mahasiswa kepariwisataan, sehingga mereka benar-benar siap dan kompeten saat terjun ke dunia kerja di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Asbar)













