Bukan Sekadar Konser, PAS Band hingga Ari Lesmana Siap Guncang Pringgasela Lewat AMX 2026

LOMBOK TIMUR — Pringgasela, Lombok Timur, bersiap menjadi titik temu musik, budaya, dan kreativitas. Alunan Music Experience (AMX) 2026. akan digelar Minggu, 9 Agustus 2026, di Lapangan Pringgasela, menghadirkan sederet musisi lintas generasi, mulai dari PAS Band hingga Ari Lesmana.

Festival yang mengusung konsep music experience ini tidak sekadar menyajikan pertunjukan musik di atas panggung. AMX 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara musisi, komunitas, budaya lokal, hingga pelaku UMKM.

Sejumlah nama besar dipastikan meramaikan festival tersebut. PAS Band akan membawa energi rock yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik independen Indonesia. Sementara Ari Lesmana, vokalis Fourtwnty, akan hadir dengan karakter vokalnya yang telah akrab di telinga penikmat musik Tanah Air.

Tidak hanya musisi nasional, panggung AMX 2026 juga akan diisi talenta kebanggaan Lombok, yakni Tedy And The Companion, BAPACKGURU, TigaKaliEmpat, dan ReggtooN.

Pringgasela Jadi Bagian dari Experience

Yang membuat AMX 2026 berbeda adalah konsep penyelenggaraannya. Pringgasela tidak diposisikan sekadar sebagai lokasi konser, melainkan menjadi bagian dari pengalaman festival.

Desa yang dikenal sebagai salah satu sentra tenun di Lombok tersebut akan menjadi ruang bagi penonton untuk menikmati musik sekaligus merasakan atmosfer budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Sepanjang penyelenggaraan, pengunjung juga akan disuguhi karnaval serta area tenant UMKM lokal. Rangkaian acara berlangsung mulai sore hingga sekitar pukul 22.00 WITA, dengan jeda pada waktu Magrib dan Isya.

Konsep tersebut menjadi upaya penyelenggara untuk menghadirkan festival yang tetap dekat dengan karakter dan kehidupan masyarakat Pringgasela.

AMX 2026 juga melibatkan panitia Alunan Budaya serta Akamsi Bersuara, sebagai bagian dari semangat kolaborasi yang menjadi fondasi festival.

Project Director AMX 2026, Ahmad Feryawan, menegaskan bahwa festival tersebut lahir dari daerah dan ditujukan untuk menunjukkan bahwa Lombok Timur mampu menjadi bagian dari peta festival musik berskala nasional.

“Kami tidak sedang membawa festival ke Lombok Timur. Kami sedang membuktikan bahwa festival bisa lahir dari sini—dari Pringgasela, dengan standar yang tidak kalah dari kota mana pun,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Project Manager AMX 2026, Ginang : mengatakan persiapan penyelenggaraan kini telah mencapai sekitar 90 persen.

“Persiapan sudah di angka 90 persen—venue, panggung, sampai detail experience penonton. Kami juga menggandeng panitia Alunan Budaya, karena AMX memang tumbuh dari semangat kolaborasi yang sama,” katanya.

Dari Desa Tenun Menuju Panggung Musik Nasional

AMX 2026 hadir di tengah upaya memperluas pusat pertumbuhan industri kreatif agar tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

Pringgasela dipilih bukan tanpa alasan. Desa ini memiliki identitas budaya yang kuat dan selama satu dekade terakhir dikenal luas melalui perhelatan Alunan Budaya, yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Kini, semangat tersebut dikembangkan melalui Alunan Music Experience dengan membawa musisi nasional ke timur Pulau Lombok.

Kehadiran PAS Band hingga Ari Lesmana sekaligus menjadi daya tarik utama festival yang ingin mempertemukan energi musik modern dengan karakter budaya lokal.

Bagi penyelenggara, AMX 2026 bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung. Lebih jauh, festival ini ingin membangun pengalaman yang menghubungkan musik, masyarakat, budaya, dan ekonomi kreatif lokal.

Minggu, 9 Agustus 2026, Lapangan Pringgasela akan menjadi saksi bagaimana sebuah festival musik lahir dari desa dan mencoba mengambil tempat di panggung yang lebih luas. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *