LOMBOK TIMUR — Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, menggelar acara silaturahmi dengan Lombok Homestay Association (LHA), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku wisata, serta 12 relawan (volunteer) mancanegara. Pertemuan guna mendorong kemajuan sektor pariwisata desa ini berlangsung di kawasan pemandian Kebon Telaga Aik Anyar, Kamis (9/7) malam.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Sukamulya, Ismail, S.Pd.I., Direktur BUMDes, tokoh pemuda dan masyarakat setempat, Ketua LHA Provinsi NTB, H. Abd. Aziz Zuhdi, Pendiri LHA, Ahyak Mudin, serta perwakilan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur, Anita Ismet Matondang.
Dalam sambutannya, Kades Ismail menyampaikan apresiasi atas peran aktif pelaku wisata dan kehadiran para turis mancanegara yang menggelar kegiatan camping ground di area Kebon Telaga.
”Kehadiran teman-teman LHA dan relawan asing secara tidak langsung sangat berkontribusi dalam mempromosikan dan memajukan pariwisata di Desa Sukamulya,” ujarnya.
Ismail menjelaskan bahwa saat ini tengah terjadi transformasi identitas di desanya. Berdasarkan hasil kajian Pemdes bersama pihak swasta dan masyarakat, desa yang mayoritas warganya dahulu merupakan pekerja migran, kini mulai bertransformasi menjadi desa agraris dan pariwisata.
Sebagai tindak lanjut, Pemdes bersama BUMDes dan Pokdarwis telah memetakan lahan desa seluas 5,1 hektare untuk dikembangkan menjadi kawasan pariwisata unggulan yang mencakup wisata tirta, agro, dan budaya. Pembangunan destinasi yang memadukan konsep wisata air, pertanian, dan ketahanan pangan ini dikelola langsung oleh BUMDes guna mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).
”Wisata tirta Kebon Telaga ini mulai dibangun pada 2024. Dulunya, tempat ini dikenal angker dan dipenuhi pepohonan lebat,” ungkap Ismail.
Ia menambahkan, pengembangan fasilitas akan terus berlanjut. “Direncanakan pada Oktober 2026 mendatang, kami akan membangun kolam renang khusus dewasa serta beberapa akomodasi homestay untuk wisatawan mancanegara maupun relawan farming,” tegasnya.
Dukungan pengembangan wisata ini juga datang dari Dispar Lombok Timur. Anita Ismet Matondang mengapresiasi kehadiran para relawan asing yang membuat destinasi Kebon Telaga menjadi lebih hidup dan ramai. Ia juga mengucapkan selamat atas pengukuhan Pokdarwis Desa Sukamulya, di mana proses perizinannya turut ia kawal hingga terbit.
Sementara itu, Pendiri LHA, Ahyak Mudin, berharap kawasan seluas 5,1 hektare tersebut dapat terus berkembang menjadi Integrated Tourism Development Sukamulya (ITDS), yakni sebuah kawasan terpadu yang mengintegrasikan wisata air, pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan.
”Dengan konsep ITDS ini, Pemdes Sukamulya memadukan rekreasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kebon Telaga diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan wisata desa terintegrasi di Lombok Timur,” pungkasnya. (Asbar)














