LOMBOK TIMUR — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan ditunjukkan lewat aksi kolaborasi bersih-bersih sampah (clean up day) yang melibatkan Lombok Homestay Association (LHA), relawan (volunteer) mancanegara, lembaga kursus bahasa Inggris, jajaran Pemerintah Desa Masbagik Selatan, hingga warga setempat, Jumat (26/6).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh relawan asal Australia, Amee Maroney, bersama perwakilan LHA, Mirzoan Ilhamdi, ini mengambil titik kumpul awal di Muni’s Homestay. Dari sana, para peserta berjalan kaki menyisir sampah plastik melintasi kawasan Polak Penyayang, Kebon Lauk, Karang Siswa, Kampung Padang, hingga berakhir di Kantor Desa Masbagik Selatan.
Aksi turun ke jalan ini merupakan agenda ketiga kalinya yang diinisiasi oleh LHA dalam rangka mewujudkan Sapta Pesona Pariwisata Indonesia, di mana salah satu elemen krusialnya adalah kebersihan lingkungan pendukung pariwisata. Pimpinan kegiatan, Mirzoan Ilhamdi, menekankan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh warga masyarakat untuk memahami bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dari tempat terdekat, yaitu gubuk, Kantor- kantor, sekolah dan lainnya. Aksi kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menjaga kebersihan dapat memberi dampak besar jika dilakukan bersama,” ujar pria yang akrab disapa Ming tersebut.
Lebih lanjut, Ming memaparkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada kebersihan fisik secara instan, melainkan turut menjadi wadah penguatan pendidikan karakter, khususnya bagi anak-anak. Nilai kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab diharapkan dapat terbangun melalui pembiasaan yang nyata dan konsisten.
“Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian sosial Lombok Homestay Association,” tegas Ming.
Inisiatif lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Masbagik Selatan, Aria Weli. Ia mengapresiasi pelibatan masyarakat secara langsung, mengingat pihak desa sendiri sebelumnya telah merutinkan agenda Jumat Bersih bersama aparat desa.
“Harapannya, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah atau di kantor-kantor, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.
Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Kepala Lingkungan Polak Penyayang, M. Hilwan, yang wilayahnya turut menjadi rute pembersihan. Ia memastikan akan terus mendorong program-program positif di lingkungannya.
“Melalui aksi bersih lingkungan kerja sama dengan Lombok homestay Association yang pertama kalinya, pihaknya berusaha terus memperkuat komitmen sebagai kadus yang mendukung pelestarian lingkungan, penguatan karakter, dan pembangunan budaya hidup bersih di lingkungannya,” katanya.
Di tengah perjalanan saat peserta menyisir Jalan Raya Masbagik-Pancor, aksi tersebut memantik simpati warga yang melintas. Seorang ibu bernama Handayani asal Pringgabaya, yang kebetulan sedang dalam perjalanan menuju RS Namira Pancor, secara spontan menghentikan kendaraannya untuk ikut memungut sampah. Keterlibatan spontan ini menjadi penutup cerita yang menarik, lantaran ibu tersebut rupanya merupakan seorang “penjahit sampah” yang terbiasa mengolah limbah plastik menjadi barang-barang daur ulang bernilai guna. (Asbar)















