Pertemuan DPO Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik dengan Pengurus Badan Pengurus Inti dan Badan Pengurus Harian

Lombok Timur – Dalam upaya memperkuat landasan intelektual dan arah gerak organisasi mahasiswa daerah, Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik (IKMM) menggelar pertemuan strategis antara Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Badan Pengurus Inti (BPI), dan Badan Pengurus Harian (BPH). Agenda ini bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang ilmiah reflektif untuk membedah arah gerakan organisasi dan memperkuat nilai dasar intelektualitas serta kemandirian mahasiswa Masbagik dalam menatap tantangan sosial yang semakin kompleks. 

Pertemuan ini dihadiri oleh para tokoh DPO IKMM sebagai representasi generasi pendiri dan pengarah ideologis organisasi, serta para pengurus aktif dari BPI dan BPH yang menjadi motor penggerak utama kegiatan organisasi di tingkat kecamatan. Keterlibatan lintas generasi ini menunjukkan kesinambungan nilai dan semangat perjuangan yang menjadi ciri khas IKMM sebagai organisasi mahasiswa berbasis daerah dengan orientasi ilmiah dan sosial.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025, di tengah suasana transisi kepengurusan dan momentum reflektif menuju penguatan program kerja organisasi. Waktu penyelenggaraan ini dinilai strategis, sebab berada di periode evaluatif yang memungkinkan para pengurus meninjau capaian dan kendala selama masa bakti berjalan.

Pertemuan berlangsung di Kolam Renang Timba Changing, Dusun Lendang Atas Desa Jurit, dan itu menjadi simbol sentral kegiatan intelektual dan sosial mahasiswa Masbagik. Tempat ini bukan sekadar ruang administratif, tetapi juga laboratorium ide, tempat gagasan dan refleksi sosial mahasiswa bermuara untuk kemudian disebarkan menjadi gerakan nyata di masyarakat.

Landasan filosofis dari kegiatan ini adalah untuk menyatukan kembali arah berpikir dan langkah kerja antar unsur organisasi. DPO memiliki peran strategis sebagai penuntun nilai, penjaga marwah, dan pengingat akar ideologis IKMM, sementara BPI dan BPH adalah penggerak operasional yang menghadapi dinamika aktual di lapangan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang harmonis antara nilai-nilai ideal dan praksis gerakan mahasiswa daerah. Lebih jauh, pertemuan ini juga berfungsi sebagai ruang ilmiah untuk melakukan evaluasi konseptual terhadap arah gerakan IKMM di era digital dan globalisasi. Bagaimana mahasiswa Masbagik dapat memadukan nilai lokalitas dengan tantangan global menjadi isu sentral yang dibedah secara kritis dan dialogis dalam forum ini.

Forum berjalan dalam suasana intelektual namun penuh keakraban. Dimulai dengan pembukaan oleh Ketua BPI, dilanjutkan dengan pemaparan reflektif dari DPO mengenai sejarah dan nilai-nilai dasar perjuangan IKMM. Diskusi kemudian berlanjut dengan sesi dialog interaktif yang membedah persoalan aktual seperti krisis solidaritas mahasiswa, stagnasi gerakan ilmiah, dan tantangan regenerasi kepemimpinan yang berkarakter.

Metode diskusi yang digunakan mengedepankan prinsip dialektika kritis, di mana setiap peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan secara argumentatif dan berlandaskan data empiris maupun refleksi ideologis. Suasana forum menjadi laboratorium ilmiah kecil yang mempertemukan pengalaman masa lalu dengan gagasan masa kini, menghasilkan kesimpulan bersama bahwa penguatan basis intelektual dan ideologis menjadi kunci utama eksistensi IKMM di tengah perubahan sosial.

Pertemuan antara DPO, BPI, dan BPH IKMM ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga momentum kebangkitan kesadaran organisasi. Dari dialog panjang dan refleksi mendalam, lahir kesadaran baru bahwa mahasiswa Masbagik harus kembali meneguhkan jati diri sebagai agen perubahan berbasis ilmu dan nilai lokalitas. IKMM tidak hanya hidup dalam struktur, tetapi tumbuh dalam gagasan dan gerakan yang berakar pada kesadaran sosial, intelektual, dan moral. Forum ini akhirnya menegaskan satu pesan bahwa kekuatan organisasi bukan terletak pada banyaknya program, tetapi pada ketajaman visi dan kesatuan langkah dalam memperjuangkan kemaslahatan bersama.

“Pertemuan silaturahmi antara DPO dan Pengurus BPI dan BPH Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik bukan sekadar ajang temu kangen antar generasi, melainkan momentum epistemik untuk merekonstruksi nilai, arah, dan visi organisasi dalam bingkai kekeluargaan yang reflektif. Pertemuan ini dengan demikian menjadi ruang dialog intergenerasional tempat ide-ide lama diuji ulang, dan gagasan baru mendapatkan legitimasi moral,” tutup dicky selaku Ketua Umum IKMM. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *