LOMBOK TIMUR — Federasi OlahragaDomino Nasional (ORADO) Cabang Lombok Timur resmi menggelar Turnamen Domino se-Kabupaten Lombok Timur yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Masbagik Timur. Ajang ini menjadi wadah seleksi bagi para atlet lokal untuk memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tingkat Provinsi NTB di Mataram mendatang.
Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni 10-11 April 2026 tersebut, dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Lombok Timur, Lalu Sutrisno HS, pada Jumat (10/04).
Penjaringan Atlet Junior dan Senior
Ketua Pengurus ORADO Lombok Timur sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, H. Abd. Aziz Zuhdi, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan langkah konkret organisasi dalam mencari bibit unggul di cabang olahraga domino.
Terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni:
- Kategori Junior: Untuk peserta usia 18 tahun ke bawah.
- Kategori Senior: Untuk peserta usia 18 tahun ke atas.
“Juara satu dari kedua kategori ini nantinya akan mewakili ORADO Lombok Timur untuk mengikuti kejuaraan tingkat Provinsi NTB yang dijadwalkan berlangsung pada 20-21 April 2026 mendatang,” jelas Aziz di hadapan para peserta.
Mengubah Stigma Negatif Menjadi Prestasi
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Masbagik, AKP I Wayan Sukarsana, SH, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiasi ORADO Lotim. Ia menekankan pentingnya mengubah persepsi masyarakat terhadap permainan domino yang selama ini sering diidentikkan dengan perjudian.
“Tidak kita pungkiri, domino di tengah masyarakat sering dianggap permainan judi. Namun, melalui turnamen ini, domino bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi. Kami berharap kegiatan ini berjalan aman dan seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas,” tegas Wayan.
Status Organisasi: KONI atau KORMI?
Sementara itu, Kabid Organisasi KONI Lotim, Lalu Sutrisno HS, saat memberikan sambutan pembukaan mengingatkan pengurus ORADO mengenai posisi organisasi di bawah payung olahraga nasional.
Sutrisno menyarankan agar pengurus daerah berkomunikasi dengan Pengurus Besar (PB) ORADO terkait afiliasi organisasi, apakah akan bernaung di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) yang membidangi olahraga prestasi, atau KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) yang membidangi olahraga rekreasi.
“Langkah ini penting untuk kejelasan pembinaan atlet ke depannya, mengingat perbedaan fokus antara olahraga masyarakat dan olahraga prestasi,” ujarnya.
Pembukaan Simbolis
Turnamen ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kabid Olahraga Dispora Lotim Kamarudin S.Sos, Pengurus Persani Lotim H. Ahyak Mudin SE, serta jajaran tokoh olahraga lainnya.
Sebagai tanda dimulainya kompetisi, dilakukan pertandingan simbolis antara Lalu Sutrisno, Kapolsek Masbagik, Ahyak Mudin dari Persani dan Kabid Olahraga Dispora Lotim. Aksi tersebut disambut antusias oleh puluhan peserta dan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana silaturahmi yang inklusif bagi masyarakat Lombok Timur.
Reporter: Asbar
Editor: Ages














