Dugaan Perundungan di SDN 1 Seruni Mumbul Berakhir Damai, Dinas Dikbud Lotim Tekankan Pentingnya Komunikasi

Lombok Timur – Dugaan kasus perundungan (bullying) yang melibatkan siswa di SDN 1 Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, dan sempat viral di media sosial, akhirnya menemui titik terang. Setelah melalui proses mediasi yang panjang, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan berdamai.

Penyelesaian ini dicapai setelah dilakukan penelusuran kronologis dan klarifikasi yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, UPTD Dikbud Pringgabaya, pemerintah desa, komite sekolah, hingga aparat TNI dan Polri.

Mediasi Penuh Kekeluargaan

Pertemuan mediasi yang digelar di Aula Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, berlangsung dalam suasana cair. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Seruni Mumbul Tajuddin MS, Kepala SDN 1 Seruni Mumbul Zainul, Ketua Komite Muntasir, perwakilan Kemensos, serta Babinsa dan wali murid dari kedua belah pihak.

Berdasarkan hasil klarifikasi, disimpulkan bahwa insiden tersebut bermula dari miskomunikasi antara pihak sekolah dan wali murid. Keterlambatan informasi mengenai kondisi siswa memicu kesalahpahaman yang kemudian membesar di ruang publik. Kedua belah pihak pun sepakat saling memaafkan dan berkomitmen menjaga hubungan baik demi masa depan anak-anak.

Tanggapan Dinas Dikbud Lombok Timur

Kepala Dikbud Lombok Timur, Nurul Wathoni, menyambut baik langkah damai tersebut. Namun, ia menjadikan kasus ini sebagai catatan evaluasi serius bagi seluruh satuan pendidikan.

“Saya bersyukur persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, ini menjadi pengingat penting bahwa pihak sekolah dan guru harus lebih maksimalkan pengawasan di lingkungan sekolah serta menguatkan komunikasi dengan para wali murid,” ujar Nurul Wathoni, Jumat (13/2).

Nurul Wathoni menekankan bahwa sumbatan komunikasi seringkali menjadi pemicu utama konflik. Ia mengimbau wali murid untuk segera melakukan tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kepala sekolah jika timbul masalah, agar isu tidak berkembang liar.

Lebih lanjut, Nurul Wathoni juga menyoroti fenomena viralnya kasus-kasus pendidikan di dunia maya sebelum adanya kejelasan fakta.

“Sering kali akar persoalan belum jelas, tetapi sudah ramai di media sosial. Ini harus menjadi pembelajaran bersama,” tegasnya.

Pemulihan Psikologis dan Evaluasi Guru

Pasca kesepakatan damai, pihak SDN 1 Seruni Mumbul diinstruksikan untuk segera melakukan pembenahan. Fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi psikologis siswa—baik yang diduga korban maupun yang terlibat—serta memberikan bantuan perawatan yang dibutuhkan.

Di sisi lain, Dikbud Lotim menegaskan tidak akan segan melakukan evaluasi terhadap tenaga pendidik yang lalai. Nurul Wathoni meminta kepala sekolah bertindak tegas jika menemukan guru yang abai terhadap tugas pengawasan.

“Jika ada guru yang tidak menjalankan tugas pengawasan, kami minta kepala sekolah melaporkan untuk dievaluasi. Semua warga sekolah harus mendukung terciptanya rasa aman bagi peserta didik,” tandasnya.

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *