Lombok Timur – Praktik pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali disorot. Anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi PKB, Dedy Akwarizal Pebriyanto, melontarkan kecaman keras terhadap oknum yang diduga berani melakukan pungutan dalam penyaluran beasiswa tersebut.
Menurutnya bantuan dana PIP, baik reguler maupun yang bersumber dari aspirasi, merupakan hak penuh siswa dan tidak boleh dipotong dalam bentuk apa pun.
“Tidak boleh ada pemotongan satu rupiah pun. Ini hak siswa. Kalau ada yang berani memotong, itu pelanggaran serius dan harus ditindak tegas,” tegas Dedy Akwarizal Pebriyanto yang dikenal Dedy Botak dalam keterangan tertulis diterima media ini, Kamis (21/5).
Ia secara khusus menyoroti PIP yang bersumber dari aspirasi Lalu Hadrian Irfani. Baginya, pemotongan dana tersebut sama saja mencederai niat baik dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Program ini lahir untuk membantu, bukan untuk dijadikan ladang keuntungan oleh oknum tertentu,” ujarnya.
Dedy juga mengingatkan bahwa segala bentuk permintaan dengan istilah apapun baik uang koordinasi, imbalan, maupun pungutan lain yang mengatasnamakan program PIP adalah tindakan tidak terpuji dan merugikan masyarakat, khususnya siswa dan orang tua.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya penerima manfaat di Lombok Timur, untuk ikut mengawasi jalannya program tersebut. Jika ditemukan praktik pemotongan atau pungli, masyarakat diminta tidak ragu untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau ada yang menawarkan bantuan PIP tapi dengan syarat ada potongan, segera laporkan. Jangan takut,” tegasnya.
Lebih jauh, Dedy menilai keberhasilan program bantuan pendidikan sangat bergantung pada transparansi dan pengawasan bersama. Program yang seharusnya meringankan beban masyarakat justru berpotensi disalahgunakan.
Oleh karena itu, Ia berharap program PIP benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam membantu biaya pendidikan anak-anak dan mendukung program wajib belajar.
“Ini bentuk kepedulian nyata untuk pendidikan. Jangan sampai dirusak oleh oknum,” pungkasnya.












