MATARAM – Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (Unram) kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan realitas sosial. Pada tahun 2026 ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengiriman mahasiswa untuk mengikuti Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran empiris bagi mahasiswa untuk melihat dan memahami secara langsung bagaimana praktik pelayanan sosial dan perlindungan terhadap kelompok rentan dijalankan oleh institusi pemerintah daerah.
Ketua Kelompok PKL Sosiologi Unram, Nila Ambar Ramadhan, mengungkapkan bahwa program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan berbagai perspektif dan teori sosiologi yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam konteks nyata.
“PKL ini memberi kami ruang untuk mengaplikasikan perspektif dan teori sosiologi dalam konteks nyata, khususnya dalam memahami secara langsung peran institusi sosial dalam menangani permasalahan kesejahteraan masyarakat,” jelas Nila.
Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif terkait sistem kerja kelembagaan, para mahasiswa PKL disebar ke dalam tiga penempatan strategis di Dinsos P3A NTB, yaitu:
- Bidang Rehabilitasi Sosial
Di divisi ini, mahasiswa mempelajari program pemulihan dan pemberdayaan bagi individu dengan kerentanan sosial, seperti penyandang disabilitas dan anak terlantar. Mereka dilibatkan dalam mengamati proses asesmen sosial hingga pendampingan.
“Dari Bidang Rehabilitasi Sosial, kami belajar bahwa proses rehabilitasi itu tidak sekadar soal pemberian bantuan material, tetapi yang lebih krusial adalah pemulihan kondisi sosial, psikologis, dan kemandirian individu itu sendiri,” ungkap Nila.
- Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial
Mahasiswa mendalami mekanisme perlindungan dari negara, seperti pendataan dan verifikasi Program Keluarga Harapan (PKH) serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Lebih jauh, mereka juga diajak turun langsung ke lapangan dalam kegiatan Sekolah PKH bersama para pendamping sosial.
Menanggapi pengalaman turun lapangan tersebut, Nila menambahkan, “Dari interaksi langsung ini, kami makin menyadari pentingnya peran negara dalam menjamin kesejahteraan warganya, serta bagaimana tantangannya di lapangan untuk memastikan setiap bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran dan efektif.”
- Kesekretariatan dan PPID
Bagi mahasiswa yang ditempatkan di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), mereka ditantang untuk mengembangkan kompetensi pengelolaan informasi publik digital. Tugas mereka mencakup merekap aduan masyarakat dari media sosial resmi, hingga mengoperasikan website dinas dan sistem informasi pelayanan sosial terpadu bernama SIMELATI. Pengalaman ini menyoroti pentingnya transformasi digital guna meningkatkan transparansi dan responsivitas lembaga pemerintah.
Melalui keterlibatan komprehensif di ketiga bidang tersebut, mahasiswa Sosiologi Unram dapat memotret dinamika kerja aparatur pemerintah dalam menangani problematika sosial secara utuh.
“Secara keseluruhan, pengalaman terjun langsung ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis kami, tapi juga sangat mengasah kepekaan sosial, kemampuan analisis, dan kesiapan kami untuk berkontribusi di bidang pembangunan masyarakat kelak,” pungkas Nila.
Sinergi yang terbangun antara dunia akademik Unram dan institusi pemerintah daerah ini diharapkan terus berlanjut. Harapannya, kolaborasi ini dapat melahirkan generasi sosiolog yang tidak hanya kaya akan teori, namun juga mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Bumi Gora.












