Umum  

Soal Traffic Light di Masbagik, Dishub Lotim: Kami Sudah Usulkan

Lombok Timur – Tidak adanya Traffic Light atau Lampu Lalu Lintas di persimpangan membuat sejumlah pengendara kerap kewalahan, kadang ugal-ugalan. Bahkan, tak jarang terjadi kecelakaan. Salah satunya di simpang empat Masbagik.

Dinas Perhubungan Lombok Timur, melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Teknik, Hadi Siswanto mengatakan terkait traffic light di simpang empat tersebut, pihaknya sudah pernah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan selaku pihak yang berwenang, melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII untuk Provinsi Bali dan NTB.

“Kalau pengusulannya sih dari tahun sebelumnya juga pernah. Kita koordinasi secara langsung juga sering, tapi kan yang punya anggaran mereka, yang ditangani juga kan bukan hanya Lombok Timur, tapi kan Bali NTB,” jelasnya saat ditemui wartawan media ini di simpang empat Masbagik, Selasa (9/8).

“Termasuk Pak Kapolres juga sudah mengusulkan beberapa tahun lalu, tapi belum bisa diakomodir, mungkin karena anggaranlah,” lanjut dia.

Sementara untuk tahun ini, kata dia, dari hasil komunikasinya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB, sudah bisa diakomodir untuk pemeliharaan yang di simpang empat Rempung, dan sudah aktif.

Selain itu, untuk tahun ini juga, akan dilakukan pemasangan traffic light atau lampu lalu lintas di simpang empat Praubanyar, Kecamatan Terara. Mengingat, jalan di simpang empat tersebut lalu lintasnya juga cukup padat dan juga jalan menuju objek wisata.

“Kemudian akan dipasang di simpang empat Praubanyar, itu daerah padat dan lalu lintas padat, dan ke arah wisata juga, dan tahun ini akan dipasang traffic light di sana, tapi masih dalam tahap proseslah,” jelas Hadi.

Namun, ia berharap, kepada masyarakat pengguna jalan, ke depan ketika traffic light di simpang empat Masbagik atau yang lainnya sudah dipasang atau sudah aktif, ia menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan supaya menaati rambu-rambu yang berlaku dan memberi contoh kepada pengguna yang dari luar.

“Karena bagaimanapun juga kalau sudah diaktifkan, kalau sudah normal tapi masyarakat setempat masih ogah-ogahan, dan tidak tertib, sama juga kan, percuma juga kan,” tutupnya.

Sementara itu, Hanan, selaku masyarakat yang juga tukang ojek di Masbagik saat ditemui mengatakan bahwa lampu lalu lintas di simpang empat Masbagik tersebut cukup lama tidak aktif. Menurutnya, lampu lalu lintas itu perlu diaktifkan kembali.

Namun, lanjut dia, diaktifkannya kembali lampu lalu lintas tersebut harus dibarengi dengan petugas yang berjaga di sana. Karena menurutnya, kadang-kadang ketika ada lampu lalu lintas sering kali tidak ditaati dan dilanggar pengguna jalan.

“Kalau ada petugas, mungkin kita ndak enak, kadang ojek di sana kalo ada penumpang dia lari ke sini, kalo lambat diambil orang lain,” katanya.

“Di Pancor aja saya lihat sering itu, kalau ada petugas, ndak enak. Apalagi di sini, pagi-pagi anak-anak sekolah itu banyak.” jelasnya. (wan)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *