Bermodal 30 Ribu, Anggi Nekat Buka Usaha Kuliner

Warung Rakyat yang terletak di Jalan Wisata Kuliner Tanak Maik Desa Masbagik Utara Baru

massmedia.id, Lombok Timur – Bermodalkan nekat dengan uang tiga puluh ribu rupiah, Warung Rakyat milik Anggi Famni Pratama lulusan Perguruan Tinggi ini bersama istrinya Zohratul Tayyibah sukses merintis usaha kuliner dari nol sampai sekarang ini.

“Modal awal cuma tiga puluh ribu rupiah buat beli ikan tongkol, dan untuk peralatan yang lainnya saya pinjam dulu dan setelah keuntungannya terkumpul baru saya beli peralatan dan yang lainnya” ungkap Zohratul Tayyibah istri dari pemilik warung ini.

“Warung makan ini bernama Warung Rakyat. Warung Rakyat ini ada filosofi di mana warung ini sendiri terinspirasi dari gerakan mahasiswa tani sebenarnya, itu yang kemudian membuat kita membuka warung ini. Di mana nanti ke depannya mampu menopang gerakan kawan-kawan yang ada di petani entah itu buruh maupun pariwisata dan tentu dengan harga yang merakyat,” ungkap Anggi pemilik Warung Rakyat ini.

Terletak di Jalan Wisata Kuliner Tanak Maik Masbagik Utara Baru, Warung Rakyat ini sangat mudah dijangkau karena lokasinya yang berada di pinggir jalan. Dan tempat makan yang disediakan ala lesehan dengan beberapa berugak, adapun menu yang ada di Warung Rakyat ini sendiri ada berbagai macam ikan laut bakar, nila bakar, ayam bakar, plecing kangkung, sayur bening, dan untuk minumannya ada berbagai jus, kopi dan teh.

Karena letak warung ini yang sejalur dengan wisata kuliner lainnya, untuk itu pemilik warung inipun menjual salah satu menu yang tidak ada di tempat makanĀ  lainnya. “Kalau di sini beda menu dari lesehan yang lain di Tanak Maik, kalau di Tanak Maik monoton menu ayam sama nila, di sini kami menyediakan berbagai macam ikan laut,” ungkap Anggi.

Berdiri sejak tahun 2019 Anggi sendiri memiliki dua karyawan saat ini, yang awalnya memiliki empat karyawan dengan terpaksa dikurangi dikarenakan omset turun semenjak adanya Covid-19. “Karena sepi pembeli, dan persaingan juga banyak tidak seperti awal buka dulu jadinya terpaksa ada pengurangan karyawan,” papar Anggi.

Buka dari jam sepuluh pagi sampai jam sepuluh malam omset yang dihasilkan dari warung rakyat ini menjanjikan. “Dulu sebelum adanya Covid-19 penghasilan lima ratus ribu sampai satu juta perhari tapi setelah adanya Covid-19 omset jadi menurun,” ungkap istri Anggi.

“Rencana kedepannya kita mau adakan live musik, ada tempat orang nongkrong, kita mau nambah menu entah itu mau makan atau sekedar ngemil, tapi masih nunggu dana terkumpul dulu,” tutup Anggi sambil tertawa ringan. (Rani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *