LOMBOK TIMUR – Di saat akronim MBG ramai dikaitkan dengan program pemerintah Makan Bergizi Gratis, dua mahasiswi di Lombok Timur memiliki interpretasi berbeda yang tak kalah bergizi bagi masa depan. Linda Wahyuni dan Nuri Zaerani memaknai MBG sebagai Mahasiswi Berani Gerak, sebuah aksi nyata untuk menghidupkan lentera pendidikan di tingkat dusun.
Keduanya menginisiasi sebuah ruang belajar sore yang diberi nama Berani Cahaya. Gerakan ini lahir dari kegelisahan terhadap minimnya pendampingan belajar bagi anak-anak di Dusun Kebon Daya, Desa Terara.
Menyalakan Cahaya di Terara
Linda Wahyuni mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari kesadaran akan tanggung jawab sosial sebagai kaum terpelajar.
“Kami melihat anak-anak butuh ruang belajar tambahan. Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?” ujar Linda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2).
Berpusat di Musholla Bustanul Arifin, Berani Cahaya tidak hanya sekadar membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolah. Kurikulum yang ditawarkan cukup beragam, meliputi:
- Membaca dan menulis.
- Bahasa Inggris dan mengaji.
- Penanaman etika, disiplin, dan rasa percaya diri.
Lebih dari itu, ruang ini dirancang sebagai wadah inklusif agar anak-anak berani bersuara, bertanya, dan memupuk cita-cita sejak dini.
Kolaborasi Lintas Generasi
Uniknya, gerakan ini menerapkan skema pendampingan sebaya. Linda dan Nuri merangkul empat siswi SMA setempat untuk menjadi mentor bagi adik-adik tingkat TK hingga SMP.
Nuri Zaerani menjelaskan, keterlibatan siswi SMA ini adalah bagian dari visi jangka panjang untuk melatih kepemimpinan perempuan muda di desa. “Kami ingin adik-adik perempuan di sini tidak hanya jadi peserta, tapi juga belajar memimpin. Supaya mereka tahu bahwa mereka mampu,” tambahnya.
Respons Positif Masyarakat
Meski sempat didera keraguan terkait fasilitas dan minat peserta, kekhawatiran tersebut sirna pada hari pertama. Sebanyak 36 anak memadati lokasi kegiatan, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari warga Dusun Kebon Daya.
Dukungan penuh juga datang dari pihak kewilayahan. Ketua RT Dusun Kebon Daya, Endi, menyatakan apresiasinya terhadap langkah konkret para mahasiswi ini.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Ini gerakan yang baik untuk anak-anak kita. Semoga bisa terus berjalan dan berkembang,” harapnya.
Berani Cahaya menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari langkah kecil di sudut desa. Dari Terara, para pemuda ini sedang menyalakan cahaya kecil, memastikan masa depan generasi berikutnya tetap terang. (*)












