TK Pariwisata Tetebatu Gelar Perayaan Hari Jadi Ke-11 Tahun di Ulem-Ulem

Lombok Timur – Pada Tanggal 23 Maret 2022, merupakan hari yang bersejarah bagi Taman Kanak-Kanak Rinjani Tetebatu atau yang dikenal TK Pariwisata, didirikan 11 Tahun yang lalu tepatnya 23 Maret 2011.

TK Pariwisata ini, merupakan yang pertama di Desa Wisata Tetebatu  di bawah Yayasan Putri Rinjani Bangkit, bertempat di Dusun Orong Gerisak Desa Wisata Tetebatu Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Pada peringatan hari jadi yang ke-11, Husniati Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Rinjani (23/3) menjelaskan bahwa Pengurus Yayasan, Guru-guru dan Wali Murid mengadakan syukuran, makan bersama dengan penuh kekeluargaan, berfoto graduation dan Bakti Sosial berupa santunan untuk Lansia dan anak Yatim piatu.

Untuk lebih semaraknya, kata Husniati murid dan Wali Murid mengadakan pawai keliling kampung dengan berpakaian adat. Dimulai dari bendungan Ulem-ulem dan Finish di Sekolah Taman Kanak-Kanak Rinjani.

Guru dan Wali murid mengadakan pagelaran Tari Teganang Tegining di panggung Ulem-ulem, cerita rakyat yang melegenda menceritakan Masyarakat Lombok yang memelihara sapi. “Sangat pas kalau tarian ini ditampilkan karena di Desa Wisata Tetebatu banyak sekali warganya yang memelihara dan menggembala Sapi,” terang Ibu empat anak ini.

Lanjut Husniati, Karena TK Pariwisata Rinjani Tetebatu berdirinya di daerah tujuan wisata, berbeda dengan TK pada umumnya yaitu mengajarkan dasar kepariwisataan, seperti ketika ada tamu datang atau menginap, kami ajak 4 atau 5 anak yang bawa jalan-jalan ia mencontohkan, sekedar thats coconut, thats papaya, thats monkey like thats, kadang juga menyapa tamu walau hanya say hello.

“Sekolah ini juga, sering untuk penitipan anak-anak yang orang tuanya pergi ke ladang atau bekerja menjadi TKW keluar Negeri, atau para Wisatawan yang pergi Tour ke daerah agak berbahaya untuk anak kecil sehingga mereka menitipkan Anaknya di TK Rinjani Tetebatu,” terangnya.

Sekolah ini pada tahun 2018 pernah roboh rata dengan tanah saat diguncang gempa 7,2 SR , dan untuk sementara sekolah ini memakai tenda darurat berbulan bulan lamanya, dan kembali di bangun oleh Masyarakat secara gotong royong atas bantuan dana dari turis asal Jepang. (Asbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *