MATARAM — Rencana pengisian kursi pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tengah berada di bawah radar pengawasan publik. Forum Komunikasi Aktivis Kesehatan (FKAK) NTB secara tegas mengingatkan Gubernur agar posisi strategis tersebut dipercayakan kepada figur yang teruji kapasitasnya, bukan karena faktor relasi personal.
Koordinator FKAK NTB, Abdul Hafidzirrahman, menyoroti status RSUD NTB sebagai fasilitas kesehatan rujukan terbesar milik pemerintah provinsi. Dengan kompleksitas persoalan yang mengakar, ia mewanti-wanti agar penunjukan direktur tidak dilakukan secara serampangan atau sekadar bagi-bagi jabatan.
“Direktur rumah sakit memiliki peran sangat strategis. Ia bukan hanya memimpin pelayanan medis, tetapi juga mengelola sumber daya manusia, sistem keuangan, hingga memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku,” ujar Hafiz.
Menurut pandangan FKAK NTB, tantangan perumahsakitan saat ini sangat kompleks, meliputi tata kelola layanan, penguatan sumber daya manusia, hingga tuntutan peningkatan mutu pelayanan di mata masyarakat. Oleh sebab itu, latar belakang pendidikan kesehatan saja dinilai tidak cukup menjadi modal utama.
“Memimpin rumah sakit sebesar RSUD NTB tidak cukup hanya bermodal gelar. Dibutuhkan orang yang sudah lama berkecimpung di rumah sakit, memahami ritme pelayanan kesehatan, serta memiliki pengalaman manajerial yang teruji,” tegasnya.
Lebih jauh, Hafiz memberikan catatan agar proses penunjukan direktur ini sepenuhnya steril dari intervensi maupun muatan kepentingan tertentu. Keputusan yang diambil harus murni mengedepankan asas profesionalitas demi kemajuan ekosistem kesehatan di NTB.
“Harapan kami sederhana, gubernur memilih berdasarkan rekam jejak dan kompetensi, bukan karena faktor kedekatan. Dengan begitu, direktur yang terpilih benar-benar mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di rumah sakit,” katanya.
Sebagai penutup, kehadiran nakhoda baru nantinya diharapkan tidak sekadar mengisi kekosongan hierarki, melainkan mampu membawa angin segar perubahan, mendongkrak kualitas layanan secara riil, dan mempertebal tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit pelat merah tersebut. (*)












