Mataram – Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri SE.MI.P dan Chandra Aprinova PLh.Duspar Provinsi NTB menghadiri Grand final Hijabfluencer di Taman Budaya Mataram.
Dalam sambutannya, Ia menyampaikan pesan inspiratif bahwa hijab bukan penghalang dalam berkarya melainkan kekuatan yang dibalut etika dan sopan santun dalam menorehkan prestasi.
“Hijab bukan penghalang melainkan kekuatan untuk bersinar,” ungkapnya di Taman Budaya (22/6)
Untuk itu, Umi Dinda menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya terhadap penyelenggaraan Pemilihan Hijab influencer ajang pemilihan yang telah berlangsung sejak tahun 2023 ini. Ditegaskannya bahwa kegiatan tersebut bukan hanya ajang mencari juara tetapi juga sarana untuk melatih kepercayaan diri generasi muda. “Kegiatan ini bukan hanya ajang mencari juara tetapi juga sarana untuk melatih kepercayaan diri generasi muda, khususnya perempuan Hijab di NTB,” tegas Wagub.
Sedangkan Chandra Aprinova, A.Ks, M.P, Plh. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan bahwa, Ia merasa kagum atas pakaian tradisional peserta yang di kenakan, jarang Ia temukan ada pemilihan semacam ini membuat acara yang benar-benar tradisional dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal. “Biasanya acaranya seperti ini bertempat di hotel dengan konsep dan gaun mewah,” ujar Chandra.
Plh Kadispar juga menyampaikan kepada Karina, regional director Hijabfluencer NTB, Dirinya sangat tertarik dan akan melibatkan para finalis atau pemenang yang berpotensi menjadi Duta Promosi Wisata Provinsi NTB. “Tahun depan akan siap mendukung event ini,” ujarnya.
Regional Director Putri Hijab NTB, Iin Karina atau sering dipanggil Karin, kepada massmedia menjelaskan bahwa Audisi diikuti peserta dari berbagai daerah. Yaitu dari Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur hingga Sumbawa, Dompu dan Kota Bima, sedangkan dewan juri luar dari Dekranasda NTB utusan ibu Gubernur yaitu ibu Maya damayanti , dan 2 juri internal putri hijab yaitu 2 pemenang 2024 yang akan lengser Dwi monika kurniati dan Baiq Aulya Syahrani.
Winner atas nama Septia Ratna Dewi usia 20 dari Kabupaten Lombok Timur, Mahasiswi STIKES Hamzar, Runner-up 1 Baiq Tazkiatan Ni’ama usia 21 Tahun dari Kota Mataram, Mahasiswi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dan Runner-up 2 Ajeng Nilam Prahesti usia 26 Tahun dari Kabupaten Lombok Tengah, lulusan Sarjana komputer
“Tujuan penyelenggaraan Puteri Hijab ini adalah untuk membantu Provinsi NTB melestarikan budaya-budaya Sasak, Samawa, Mbojo (Sasambo), secara Nasional serta mengampanyekan Pariwisata di NTB secara masif, sebagai Wadah Silaturahmi Sesama Muslimah dan Wadah Pengembangan Skill Influencer, juga untuk mengembangkan Fashion Hijab di Indonesia serta Media Promosi Brand dan UMKM,” tutupnya. (Asbar)













