Kadis Dikbud NTB Hadiri Acara Spiritual Camp di SMAN 1 Terara

Lombok Timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa tenggara Barat (NTB) Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd hadiri kegiatan Spiritual Camp di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Terara Kabupaten Lombok Timur, Jum’at Malam (25/3).

Acara yang bertempat di Mushola SMA Negeri 1 Terara tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan siswi kelas tiga.  Kegiatan tersebut bertemakan “Tingkatkan Kualitas Pengamalan Agama untuk Mewujudkan Karakter Milenial yang Berakhlak Mulia”.

“Setiap semester saya mengeluarkan kebijakan baru untuk menguatkan karakter, mulai dari pojok ekspresi, Sabtu budaya dan lainnya,” demikian dikatakan Dr. H. Aidy Furqan kepada media usai memberikan materi dalam kegiatan spiritual camp.

Menurut Aidy Furqan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menguatkan karakter mindset siswa siswi, tujuannya  adalah otak kiri untuk mengasah keterampilan pengetahuan, lalu diseimbangkan rasa estetika keindahan, itu ada di otak kanan.

Dikatakan Aidy Furqan, otak kiri dan otak kanan harus seimbang karena saat ini laju kreatif siswa dan siswi cepat, sehingga potensi itu bisa seimbang. Akan tetapi juga perlu diingat bahwa jangan dilupakan kunci semua itu ada di hati atau jiwa. 

“Hati itu hanya bisa disentuh oleh spiritual, jadi Istilah spiritual saya ambil supaya semuanya netral baik untuk islam maupun teman-teman agama lain juga memanfaatkan dengan konsep spiritual,” katanya. 

Hal ini dilakukan, sambung Aidy Furqan, agar siswa dan siswi bisa lebih maksimal dan terasa pendidikan karakter. Sehingga siswa dan siswi akan terlihat karakter mereka antara lain  tanggung jawab, kerja keras, kesungguhan dan kebersamaan itu dilakukan melalui Camp. 

Diketahui saat ini, siswa dan siswi yang begitu cepat mengikuti perkembangan digital. Untuk menjawab tantangan itu sekolah harus siapkan penguatan secara spiritual terhadap siswa dan siswi sehingga lebih terarah. 

“Dengan era digital harus dibangun karakter para siswa dan siswi. Anak-anak kita ini sangat kreatif sekarang ini. Saking kreatifnya smartphone saja tak pernah lepas, kita harus menjaga dengan tetap qalbu mereka itu terisi,” ujarnya. 

Selain itu, Aidy Furqan menjelaskan, saat ini menurutnya anak yang ada di NTB dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu, kelompok anak yang cerdas, Kreatif dan Smart. Di mana anak cerdas itu hanya kognitif dengan nilai rapot 9 dan 10 dan dalam ujian Olimpiade sains hasilnya harus bagus dan itu pintar sekali. 

Ia menyebutkan, ada siswa dan siswi yang tidak suka ulangan dan tidak suka belajar dan kalau diberikan untuk mengerjakan tugas  sesuatu, hasilnya bagus dan sangat kreatif sekali mengerjakannya. Tetapi kalau gabungan dari dua-duanya pintar dan kreatif adalah smart, sehingga smart ini bisa dikategorikan anak teladan.

“Anak yang memang kompetensi spiritualnya, anak yang kreatif dan tidak hanya cerdas. Makannya saya kelompokkan anak di NTB ini menjadi 3 kelompok, anak yang cerdas, kreatif dan smart,” sebutnya. 

Sehingga, imbuh Aidy Furqon, untuk bisa mengetahui berapa siswa dan siswi yang akan bisa hebat membawa nama baik sekolahnya. Selama ini hal tersebut sangat kurang dilakukan, maka di tahun 2022 dilakukan untuk mengetahui dan pemetaan siswa dan siswinya. 

“Jangan-jangan ada anak yang tamat sekolah tidak punya cita-cita. Dia tidak tahu hidupnya kayak apa. Akhirnya kuliahnya malas-malasan dan bergaul juga males, hal itu yang harus kita beri jawaban pasti,” tandasnya. (HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *