Umum  

Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik Turun Lapangan Lakukan Survei Rumah Tidak Layak Huni di Lendang Nangka Utara

Lombok Timur – Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik (IKMM) menunjukkan komitmennya dalam mengawal isu-isu sosial masyarakat dan menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial. Peran ini ditunjukkan dengan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dan pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 rumah di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program aspirasi masyarakat yang diperjuangkan oleh Anggota DPR RI Dapil II Nusa Tenggara Barat (NTB II), Komisi V DPR RI, H. Abdul Hadi, S.E., M.M., dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga merupakan putra asli Masbagik Timur. 

Kegiatan survei tersebut dilaksanakan dengan metode observasi langsung, wawancara warga, serta pendokumentasian kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan hunian. Anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik secara aktif mendatangi rumah-rumah warga untuk mengidentifikasi kondisi bangunan, sanitasi, struktur atap dan dinding, serta aspek sosial-ekonomi keluarga yang menempati rumah tersebut.

Rumah Tidak Layak Huni sebagai Persoalan Struktural

Dalam perspektif pembangunan, rumah tidak layak huni bukan sekadar persoalan teknis bangunan, melainkan cerminan dari ketimpangan struktural yang masih terjadi di tingkat lokal. Kondisi hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keselamatan berkelindan dengan persoalan kemiskinan, keterbatasan akses pekerjaan layak, serta lemahnya daya dukung kebijakan sosial di tingkat akar rumput.

Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik memandang bahwa pendataan RTLH harus berbasis fakta empiris lapangan, bukan asumsi administratif semata. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam survei ini menjadi penting untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat, sehingga program bantuan yang akan direalisasikan tidak meleset dari sasaran.

“Kami tidak ingin program perumahan hanya berhenti pada angka-angka statistik. Mahasiswa hadir untuk membaca realitas secara langsung dan memastikan kebijakan publik berpijak pada kondisi nyata warga,” ujar Dicky selaku ketua umum IKMM di sela-sela kegiatan.

Sinergi Mahasiswa dan DPR RI dalam Kerangka Kebijakan Publik

Program survei RTLH ini merupakan bagian dari fungsi representasi dan pengawasan anggota DPR RI, khususnya Komisi V yang membidangi infrastruktur, perumahan rakyat, dan pembangunan kawasan. Melalui program aspirasi yang diperjuangkan oleh H. Abdul Hadi, negara dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan makro, tetapi melalui intervensi nyata yang menyentuh ruang hidup warga.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil II NTB dan putra daerah Masbagik Timur, H. Abdul Hadi dinilai memiliki pemahaman sosiologis yang kuat terhadap persoalan masyarakat Lombok Timur. Kedekatan ini menjadi modal penting dalam mendorong kebijakan perumahan yang lebih responsif, kontekstual, dan berkeadilan sosial.

Keterlibatan Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik dalam proses pendataan juga mencerminkan praktik demokrasi partisipatoris, di mana mahasiswa tidak ditempatkan sebagai objek, melainkan sebagai mitra kritis dalam proses pembangunan. Sinergi ini memperlihatkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara wakil rakyat, masyarakat sipil, dan kaum intelektual muda.

Mahasiswa sebagai Agen Kontrol Sosial

Lebih dari sekadar kegiatan teknis, survei RTLH ini menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti pada wacana akademik, tetapi juga pada aksi sosial berbasis pengetahuan. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa dilatih untuk membaca realitas, mengolah data, serta mengkritisi kebijakan publik secara konstruktif.

Secara kritis, Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik juga menekankan pentingnya pengawalan lanjutan terhadap hasil pendataan ini. Tanpa transparansi dan pengawasan publik, program bantuan berpotensi mengalami bias penerima, tumpang tindih data, atau bahkan penyimpangan dalam implementasi. Oleh karena itu, Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik berkomitmen untuk terus mengawal proses dari hulu ke hilir, mulai dari pendataan hingga realisasi program.

Harapan terhadap Program Rumah Layak Huni

Hasil survei dan pendataan yang dilakukan akan dirangkum dalam laporan komprehensif dan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program bantuan RTLH. Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik berharap program ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Rumah yang layak adalah fondasi martabat manusia. Ketika negara hadir memastikan hunian yang aman dan sehat, maka di situlah keadilan sosial mulai diwujudkan,” tutup Dicky.

Melalui kegiatan ini, Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik menegaskan posisinya sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berpihak pada rakyat, bekerja dengan data, serta kritis terhadap kebijakan publik. Survei RTLH di Desa Lendang Nangka Utara menjadi bukti bahwa mahasiswa dan wakil rakyat dapat berjalan beriringan dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *