Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menegaskan komitmennya memerangi persoalan gizi kronis dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal. Langkah strategis tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Pangan Lokal, Gizi Optimal, Sehat dari Bumi” yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), Selasa (27/1).
Dalam kesempatan itu, Wakil Lotim, H.M. Edwin Hadiwijaya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menjaga kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemkab membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap penanganan persoalan sosial, khususnya stunting.
“Kami memberikan ruang kolaborasi seluas mungkin bagi para mitra yang ingin membantu penanganan isu ini,” ujarnya.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemkab Lotim memastikan sinergi dengan berbagai lembaga non-pemerintah (NGO) terus diperkuat guna mempercepat penurunan angka stunting. Pemerintah daerah juga mengapresiasi berbagai bentuk kerja sama yang telah terbangun dalam menjaga kualitas sumber daya manusia.
Saat ini, fokus utama pemerintah adalah mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) memiliki peran penting dalam membekali para ahli gizi agar memperhatikan penyajian gizi seimbang bagi kelompok rentan tersebut,” jelasnya.
Selain itu, dikatakan Wabup, hingga saat ini telah disiapkan sebanyak 213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 171 unit di antaranya telah beroperasi aktif. Program MBG diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya penurunan stunting di Lotim.
Meski demikian, tantangan di sektor kesehatan masih cukup besar. Berdasarkan data terakhir, angka stunting Lotim pada Desember 2025 tercatat sebesar 22,39 persen. Pada Januari 2026, terdeteksi kasus baru sebesar 0,8 persen atau sekitar 545 kasus.
Sementara itu, Manager Wahana Visi Indonesia (WVI), Sidik Lando, menilai Lombok memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan berpotensi besar untuk menunjang kesehatan anak melalui pemanfaatan pangan lokal.
“Yang terpenting adalah penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan anak-anak yang sehat,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara Pemkab Lotim, Lombok Utara, serta para ahli gizi menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menciptakan generasi berkualitas. Selain berdampak pada kesehatan, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu mendorong kemandirian pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Sehat dimulai dari diri kita, sehat dari bumi kita,” ujarnya.
Diskusi edukatif tersebut turut menghadirkan narasumber nasional, dr. Tan Shot Yen, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pola konsumsi berbasis bahan pangan tradisional sebagai upaya pencegahan stunting sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Para kader kesehatan dan tenaga medis diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi berbasis pangan lokal.
“Kami mengapresiasi peran aktif para kader dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan stunting selama ini,” pungkasnya. (*)











