LOMBOK TIMUR — Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mulai mematangkan skenario pengamanan dan pelayanan prima bagi masyarakat. Salah satu fokus utama pengamanan tertuju pada pintu gerbang penyeberangan di Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB, Kombes Pol Romadhoni Sutardjo, terjun langsung untuk meninjau kesiapan infrastruktur, sistem pelayanan, hingga skema rekayasa lalu lintas di kawasan pelabuhan tersebut pada Kamis (5/3).
Dalam peninjauannya, Romadhoni menegaskan bahwa Pelabuhan Kayangan merupakan urat nadi mobilitas utama jalur laut yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Sumbawa.
“Pelabuhan Kayangan menjadi jalur vital bagi masyarakat yang akan menuju Sumbawa maupun sebaliknya. Kami ingin memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan dermaga, armada kapal, hingga manajemen antrean kendaraan,” ujarnya.
Didampingi oleh Sekretaris Dinas Perhubungan NTB, Kapolsek Kayangan, General Manager ASDP Cabang Kayangan, serta perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Dirlantas mengecek sejumlah titik krusial fasilitas pelabuhan. Pengecekan mencakup ruang tunggu penumpang, jalur masuk kendaraan, serta ketersediaan area parkir penyangga (buffer zone) guna mengantisipasi penumpukan kendaraan saat puncak arus mudik.
Ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar merencanakan perjalanannya dengan matang, termasuk manajemen pembelian tiket.
“Kami mengimbau masyarakat agar membeli tiket minimal H-1 sebelum keberangkatan. Jangan memaksakan diri berkendara saat lelah, dan tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” katanya.
Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Darat
Selain kesiapan infrastruktur di dalam area pelabuhan, kelancaran arus lalu lintas di jalur darat menuju Pelabuhan Kayangan turut menjadi atensi penuh aparat kepolisian. Jajaran Polres Lombok Timur telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengurai potensi kemacetan, khususnya di titik rawan seperti simpang tiga menuju pelabuhan.
Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sudana, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menerapkan sistem rekayasa lalu lintas situasional, seperti sistem satu arah (one way) maupun ganjil-genap, apabila terjadi kepadatan kendaraan yang signifikan.
“Personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP akan disiagakan selama 24 jam di pos-pos terpadu untuk memastikan arus mudik berjalan lancar,” jelasnya.
Melalui sinergi lintas instansi ini, Kapolres berharap para pemudik senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan. Dengan demikian, momentum arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Kayangan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (*)












