MATARAM – Universitas Mataram kembali mencatat sejarah baru dalam dinamika organisasi kemahasiswaan. Kader muda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kelahiran 2005, Muhamad Dicky Subagia, resmi terpilih sebagai Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat (KORKOM) Universitas Mataram periode 2026-2027 setelah diadakannya Musyawarah Komisariat Pada Selasa, 5 Mei 2026 dan ditetapkan melalui presidium cabang pada Jum’at, 15 Mei 2026. Terpilihnya Dicky menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya kader dari HMI Komisariat Lafran Pane Universitas Mataram berhasil memimpin HMI KORKOM UNRAM setelah selama empat periode berturut-turut kepemimpinan selalu dipegang oleh HMI Komisariat Hukum UNRAM.
Kemenangan tersebut tidak hanya dipandang sebagai pergantian kepemimpinan biasa, tetapi juga menjadi simbol lahirnya semangat baru di tubuh HMI Universitas Mataram. Dinamika kaderisasi, gerakan intelektual, hingga konsolidasi organisasi menjadi perhatian utama dalam proses pemilihan yang berlangsung penuh semangat demokrasi kader.
Muhamad Dicky Subagia hadir dengan gagasan besar bertajuk “HMI BANGKIT”, sebuah gerakan yang berupaya mengembalikan marwah HMI sebagai organisasi intelektual dan perjuangan mahasiswa di lingkungan Universitas Mataram. Gagasan itu lahir dari kegelisahan terhadap menurunnya partisipasi kader, lemahnya konsolidasi organisasi, serta tantangan zaman yang semakin kompleks bagi gerakan mahasiswa.
Dalam pidato perdananya setelah terpilih, Dicky menegaskan bahwa HMI harus kembali menjadi ruang perjuangan utama mahasiswa, bukan sekadar organisasi formalitas kampus.
“Setiap zaman membutuhkan gerakan. Setiap gerakan membutuhkan kader yang kuat. Hari ini kita dihadapkan pada dua pilihan yaitu diam atau bangkit. Saatnya HMI kembali menjadi rumah perjuangan utama mahasiswa UNRAM sebagai ruang tumbuhnya intelektual muslim yang progresif, inklusif, dan berdaya saing. Dengan semangat perubahan, visi besar, dan misi yang terarah, HMI KORKOM UNRAM siap kembali menjadi rumah perjuangan, ruang dialektika, dan pusat gerakan intelektual mahasiswa,” Ujar Muhamad Dicky Subagia.
Pernyataan tersebut mendapat respon positif dari berbagai kader dan alumni HMI di lingkungan Universitas Mataram. Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan baru ini menjadi harapan untuk kembali membangun tradisi intelektual, budaya diskusi, serta gerakan sosial mahasiswa yang lebih aktif dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Selain dikenal aktif dalam organisasi, Pria asal Masbagik, Lombok Timur ini juga dikenal sebagai sosok muda yang konsisten mengangkat isu pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan inovasi berbasis potensi lokal. Selama menjadi kader HMI, ia aktif dalam berbagai forum diskusi, kegiatan sosial, hingga kompetisi ilmiah tingkat regional maupun nasional.
Terpilihnya Muhamad Dicky Subagia diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru HMI di Universitas Mataram. Di tengah tantangan zaman digital, krisis partisipasi mahasiswa, serta perubahan sosial yang cepat, HMI dituntut tidak hanya hadir sebagai organisasi kaderisasi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan intelektual, kepemimpinan, dan gerakan sosial mahasiswa yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)












