Petani Garam Dusun Madak Belek Usulkan Air Garam Dikelola Desa, Kades Cendi Manik Sambut Aspirasi

Kepala Desa Cendi Manik H. Mahdi (KDM) berdiskusi bersama Rahman dan warga Dusun Madak Belek terkait rencana pengelolaan air garam oleh desa, Sabtu 16 Mei 2026.

LOMBOK BARAT – Harapan baru muncul dari kalangan petani garam tradisional di Dusun Madak Belek, Desa Cendi Manik. Rahman, seorang petani sekaligus pengepul air garam, menyampaikan aspirasi agar hasil produksi air garam di desanya bisa dikelola langsung oleh pemerintah desa dan dijadikan unit usaha milik desa.

Air garam yang dikumpulkan Rahman selama ini menjadi bahan baku penting bagi perajin tahu di wilayah Abian Tubuh, Mataram. Setiap hari, pasokan air garam dari Madak Belek dikirim untuk mendukung produksi tahu yang cukup besar permintaannya.

Dalam pertemuan santai di sebuah berugak pada Sabtu, 16 Mei 2026, Rahman menyampaikan langsung keinginannya kepada Kepala Desa Cendi Manik, H. Mahdi, yang akrab disapa KDM. Ia berharap desa bisa mengambil alih hasil produksi air garam dari petani untuk dikelola secara kolektif. 

Rencana Usaha Desa dan Produksi Tahu

Menurut Rahman, jika desa mengelola air garam ini, manfaatnya akan lebih luas. Selain menstabilkan harga di tingkat petani, desa juga berpeluang membuka unit usaha produksi tahu sendiri. Dengan begitu, nilai tambah air garam tidak hanya berhenti di bahan baku, tapi bisa menjadi produk jadi yang mengangkat ekonomi desa.

Menanggapi hal itu, KDM menyatakan pihaknya akan mengkaji dan menyerap aspirasi warga tersebut. “Ini niat baik untuk memajukan desa. Kita akan pelajari mekanismenya, termasuk potensi BUMDes untuk mengelola air garam dan kemungkinan produksi tahu di desa kita sendiri,” ujar KDM saat berdialog dengan warga.

Dukungan untuk Petani Tradisional

Rahman berharap, jika rencana ini terwujud, petani garam tradisional seperti dirinya bisa lebih sejahtera. Selama ini, petani bergantung pada pengepul dan harga pasar yang fluktuatif. Dengan adanya campur tangan desa, rantai distribusi bisa dipangkas dan keuntungan petani lebih terjamin.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dusun. Suasana diskusi berjalan hangat di berugak sederhana, membahas masa depan petani garam Madak Belek.

Warga Dusun Madak Belek berharap niat baik ini segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa. Jika berhasil, Cendi Manik bisa menjadi contoh desa yang mandiri lewat pengelolaan potensi lokal berbasis komoditas garam.

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *