Lombok Timur – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Lombok Timur, Baiq Parida Apriani, berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat membuka peluang keterlibatan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku, khususnya sayur-mayur di lingkungan dapur MBG terdekat.
Harapan tersebut disampaikan Baiq Parida Apriani saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat koordinasi bersama Komisi III DPRD Lombok Timur, Senin kemarin (3/3). Menurutnya, sinergi antara program nasional MBG dan pelaku UMKM lokal sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Sinergi antara pelaku UMKM, apalagi dengan adanya program MBG ini. Mungkin yang jualan sayur bisa dimanfaatkan oleh dapur MBG,” ujarnya.
Namun demikian, Baiq Parida mengakui bahwa untuk terlibat langsung dalam program MBG dibutuhkan modal yang cukup besar, sementara sebagian besar pelaku UMKM di Lombok Timur masih memiliki keterbatasan permodalan. Meski begitu, pihaknya tetap berharap agar UMKM lokal dapat dilibatkan agar usaha mereka terus berkembang.
Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas UMKM di Lombok Timur bergerak di sektor kuliner, sementara kebutuhan bahan baku program MBG memiliki karakteristik yang berbeda. “Kita harap bisa bersinergi. Tapi kita lihat UMKM kita kebanyakan kuliner, sedangkan yang dibutuhkan MBG berbeda,” katanya.
Selain itu, Baiq Parida menekankan pentingnya pelaku UMKM untuk mulai merambah dunia digital, baik dalam pemasaran maupun transaksi. Saat ini, Dinas Koperasi dan UMKM Lotim mencatat sekitar 7.000 UMKM aktif yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari sembako hingga kuliner.
“Kami mengupayakan agar pemasaran menggunakan media sosial. Klasifikasi kita jelas, selama pangsa pasarnya masih di angka puluhan ribu dan bentuknya kuliner rumahan, itu masuk UMKM. Jika sudah skala pabrik, itu sudah masuk ranah industri,” tandasnya. (*)












