Lombok Timur – Mawardi (48) Nelayan di Dusun Rungkat Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak Lombok Timur, sudah 20 tahun menjadi pengrajin perahu. Perahu kayu nelayan buatannya telah banyak dipakai oleh para nelayan di Lombok dan Sumbawa.
Keseharian Mawardi merupakan seorang nelayan lepas, dengan satu istri dan 6 orang anak. Meski demikian, dari tangannya telah membuat banyak perahu nelayan. Buatannya disukai oleh para nelayan.
Perahu yang dibuat Mawardi berjenis perahu kayu untuk nelayan yang digunakan untuk melaut lebih dari 1 mil. Adapun panjang perahunya 12 meter dengan lebar 1,5 meter.
Satu perahu dari tangan Mawardi sepanjang 12 meter dibuat hingga 1 bulan. Perahu yang dibuatnya saat ini baru 60 % merupakan pesanan dari bos ikan dari Teluk Awang, bahan kayu suren dan Lain-lainnya di kirim oleh pemesan. Pembuatan perahu nelayan itu dilakukan sendirian, dengan upah sampai ngecat Rp.7.000.000,-
“Membuat perahu ini sudah sejak tahun 2006. Dulu pertama kali membuat perahu kayu nelayan ukuran kecil,” kata Mawardi kepada massmedia, Jum’at (12/9/2025).
Ia menuturkan, pertama kali menjadi perajin perahu ikut membantu orang tuanya sebagai kuli pembuat perahu. Ia adalah seorang tukang perahu turun temurun dari Ayahnya (Alm). “Setelah tidak ada orang tua, tertarik untuk membuat sendiri dan setiap tahun ada saja pesanan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pada awal ikut bekerja membuat perahu disuruh untuk menyemir perahu, memotong kayu dan mengecat perahu. “Awal Kerjanya pertama menyemir perahu kayu, memotong kayu dan cat. Gitu-gitu aja awalnya,” imbuh Mawardi.
Kemudian, langkah Mawardi semakin maju awal tahun 2006 dengan merintis membuat perahu. “Alhamdulillah ada pesanan dan dikerjakan di samping rumah,” katanya.
Menurut Mawardi, sebagai pembuat kapal kayu jaring ikan kerjanya sistem borongan, bisa bebas saja memilih jam kerjanya. Tapi masalahnya, kalau terlalu leha-leha juga tidak baik, waktu pengerjaan akan semakin lama dan bisa memakan waktu lebih dari satu setengah bulan hingga kapal selesai.
Kedepannya Ia tidak saja sebagai pengrajin perahu yang hanya dapat upah. Tapi ingin menjadi pemborong perahu kayu. Kalau sudah jadi baru dijual, namun terbentur dengan permodalan. Ketika ditanyakan apakah pernah mendapat bantuan dari Pemerintah? Ia mengatakan belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah. (Asbar)













