Diskusi Usaha Pondok: Menciptakan Pesantren yang Mandiri dan Inovatif

Depok – Pada hari Ahad, bertepatan dengan tanggal 26 Januari 2025. Ma’had Al-Qur’an Fityanul Ulum Cinere mengadakan kegiatan diskusi seputar “Usaha Pondok”, yang berlangsung dari jam 14.30 – 16.00, berlokasi di Ma’had Al-Qur’an Fityanul Ulum Cinere. Kegiatan ini dihadiri oleh para santri Ma’had Al-Qur’an Fityanul Ulum beserta para pembina dan para pembimbing.

Diskusi ini diisi oleh Pak Armand Marthias dengan didampingi oleh TGM Hasan Asy’ari Q.H, M.E., selaku pimpinan Ma’had Al-Qur’an Fityanul Ulum Cinere dan Dr M. Agus Yusron M.A.

Armand Marthias ialah salah satu tokoh yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Victoria (VU) Melbourne, Australia. Merupakan tokoh wirausaha yang bergelut di bidang obligasi, saham, pasar modal, reksa dana dan lain-lain. Salah satu jabatan beliau saat ini ialah sebagai Direktur – Chief Investment Officer di PT Simpan Asset Management.

Kegiatan ini tidak hanya sekedar menerima pengarahan tentang bagaimana berwirausaha, tetapi  melibatkan pikiran – pikiran para santri untuk menentukan usaha  terbaik yang dapat dapat dilaksanakan kedepannya.

Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan pondok pesantren yang mandiri dan kreatif. Usaha yang dijalankan oleh pondok pesantren dapat menjadi sumber pendanaan yang stabil. Dengan memiliki sumber daya ekonomi sendiri, pondok pesantren tidak hanya bergantung pada sumbangan dan bantuan dari pihak luar, tetapi juga dapat mengelola keuangan secara mandiri. 

Kemandirian pondok pesantren melalui usaha juga dapat memberdayakan santri. Mereka dapat dilibatkan dalam kegiatan usaha, yang memberikan pengalaman praktis dan keterampilan baru.

Usaha yang dijalankan pondok pesantren dapat mendorong inovasi dan kreativitas di kalangan pengurus dan santri. Dengan terlibat dalam berbagai jenis usaha, mereka akan belajar tentang manajemen, pemasaran, dan strategi bisnis. Ini penting untuk menciptakan generasi yang mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam perkembangan masyarakat.

Oleh karena itu, menciptakan kemandirian pondok pesantren melalui usaha yang berkelanjutan sangat penting untuk memperkuat posisi mereka dalam pendidikan, ekonomi, dan sosial. Dengan kemandirian ini, pondok pesantren dapat berperan lebih aktif dalam memberdayakan santri dan masyarakat sekitar. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi pondok pesantren di masa depan. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *