Mataram- Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAPINDO) NTB menggelar kelas Akademi Digital Lansia bekerjsama dengan Pengurus Muslimat NW, Minggu (27/10). Acara yang dilaksanakan di Aula Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram tersebut dibuka oleh rektor UNW Mataram, Prof. Dr. Drs. H. Agil Al Idrus, M.Si.
Tular Nalar sebuah program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) bersama Love Frankie dan didukung oleh Google.org. Tular Nalar hadir sebagai portal pembelajaran online, dengan tujuan untuk membantu publik dalam mengidentifikasi hoaks melalui literasi media dan pemikiran kritis. Saat ini, Tular Nalar telah berkembang menjadi Tular Nalar 3.0 dengan fokus utamanya menjangkau anak muda calon pemilih pemula, serta warga pra-lansia hingga lansia. AKADEMI DIGITAL LANSIA Tular Nalar – Mafindo, bertajuk “Bersama Bugar Digital” digelar sebagai kelas pelatihan bagi warga pra-lansia hingga lansia, dengan menghadirkan sejumlah 98 orang peserta yang berasal dari anggota Muslimat Nahdlatul Wathan (NW) serta pengurus Majelis Taklim Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Indonesia.
Romadhan Bordasari Putra, selaku relawan MAFINDO NTB dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menyampaikan rasa bahagianya atas antusiasme para peserta yang hendak belajar menjadi lansia yang cakap digital, yang harapannya kelak dapat memahami bagaimana informasi yang tersebar di internet, melakukan pengecekan mandiri memanfaatkan berbagai alat bantu yang ada, KALIMASADA salah satunya.
Romadhan menyampaikan materi AKADEMI DIGITAL LANSIA Tular Nalar – Mafindo, bertajuk “Bersama Bugar Digital” secara umum di hadapan 32 lansia laki-laki dan 66 lansia perempuan, sebagai pengantar sebelum penyampaian materi dalam kelompok oleh masing-masing fasilitator. Pada setiap kelompok, para peserta mendapatkan materi yang bertujuan untuk memberikan mereka pemahaman terkait: bugar hadapi penipuan, bugar hadapi pemilu, dan bugar mengindra hoaks (meliputi kacau isi, kacau diri, dan kacau emosi).
Prof. Dr. Drs. H. Agil Al Idrus, M.Si, Rektor UNW Mataram, mengapresiasi sinergi ini. Menurutnya, ADL merupakan program yang baik, membantu siapa pun yang terlibat dalam penggunaan ponsel pintar, memiliki pengetahuan tepat. Baik dalam memperkecil sebaran konten-konten hoax, utamanya untuk membantu mereka sendiri sebagai pengguna utama hp.
Hajjah Indah dan Hajjah Rohaniah, dua peserta tuliskan kesan mendalam atas pelaksanaan ADL. Hajjah Indah misalnya. Ia berharap, program ADL bisa lebih sering diadakan. Agar semakin banyak masyarakat umum yang menyadari dan memiliki bekal untuk berani nyatakan satu konten atau info, hoax atau bukan. Hajjah Rohaniah menyarankan acara ini juga diselenggarakan bagi siswa MTs atau Aliyah.














