Siapkan SDM Pariwisata, LPK Bije Jari Terima Peserta Didik dari Semua Jenjang Pendidikan

massmedia.id, Lombok Timur – Bije Jari adalah sebuah Lembaga Pelatihan Kerja Swasta  (LPKS) yang berada di Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. LPK Bije Jari dibangun oleh 3 anak muda NTB  yang sudah lama berkiprah di dunia pariwisata.

Direktur LPK Bije Jari, Dedi Suhardi, menuturkan nama Bije Jari diambil dari bahasa Sasak yang berarti keluarga, sanak family, handai taulan. Makna ini yang menjadi peta kompas Bije Jari dalam menjalankan lembaga untuk selalu melihat siswa sebagai keluarga, mengurus mereka seperti anak sendiri bukan malah melihat siswa sebagai customer.

Dedi menambahkan Bije Jari didirikan dengan beberapa alasan, di antaranya; banyaknya pengangguran terbuka usia produktif di Lombok Timur, banyaknya angka putus sekolah, dan tentunya terbukanya peluang kerja di industri pariwisata namun tidak dibarengi dengan kesiapan SDM yang mumpuni.

“Bije Jari hadir sebagai bentuk baru dari dunia pendidikan dan pelatihan itu sendiri karena kebanyakan lembaga pelatihan dan atau kampus- kampus yang ada di NTB hanya mau menerima anak-anak yang minimal pendidikannya SMA sederajat. Lantas, bagaimana nasip mereka yang hanya pernah duduk di bangku SD atau SMP? Apakah tidak punya kesempatan untuk ikut pelatihan dan ambil bagian dalam peluang dunia kerja di sektor pariwisata hari ini?” ungkap Dedi dengan nada tanya.

“Alasan-alasan inilah yang membuat Bije Jari berdiri, Bije Jari menerima semua tingkatan pendidikan mau dari SMA, SMP bahkan SD sekalipun yang penting minimal usianya 17 tahun ke atas agar ketika kerja mereka tidak termasuk dalam human trafficking (perbudakan/jual beli orang),” sambung laki-laki yang biasa dipanggil Pak De oleh anak didiknya ini.

“Kenapa kami berani mengambil sikap untuk menerima semua jenjang pendidikan? Yang hanya tamat SD pun kami terima yang penting bisa baca tulis karena di dunia kerja di sektor pariwisata tidak akan ditanya tentang what is your last education? Tapi yang akan ditanya adalah what you can do? Artinya lebih pada penekanan skill apa yang kamu punya. Oleh karena itu, kami menjawab tantangan tersebut dengan jawaban melatih hospitality skill mereka,” tutupnya. (Hul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *