Lombok Timur – Ratusan orang penonton yang menyaksikan event Peresean di acara Masbagik Festival ke-8 bertempat di Gelanggang Remaja Masbagik Lombok Timur, Minggu (29/10).
Saat Peresean berlangsung, yang menjadi perhatian penonton saat itu yaitu kehadiran 20 orang turis dipandu oleh guide mereka ikut menyaksikan Peresean. Selain itu juga yang menarik perhatian penonton Peresean adalah adanya komentator atau reporter yang penuh semangat membakar penonton supaya penasaran akan penampilan pepadu-pepadu yang sudah terkenal yang akan tampil berikutnya.
Peranan komentator atau reporter memang sangat penting dalam menghidupkan dan memeriahkan suatu Event olahraga maupun Peresean. Apa jadinya Peresean tanpa seorang komentator ? Sepi..!
Kebetulan saat itu Sahruman atau panggilan akrabnya Apenk sedang memandu acara Peresean pada Festival Masbagik. Selesai acara kepada massmedia Ia menceritakan secara singkat awal mula menjadi reporter, bermula belajar reportase dari kegiatan event tahunan olahraga di kampungnya Tanak Malit Desa Masbagik Selatan. Dimulai pada tahun 2014, yaitu pada acara 17 Agustusan atau acara Maulid. Seiring berjalannya waktu, lalu ada kesempatan untuk menjadi reporter di event pencak silat dan juga sering jadi master of ceremony (MC) pada acara-acara tetangga. Sekarang aktif di event Peresean sebagai Reporter.
Ayah tiga anak ini mengakui menjadi reporter ini berangkat dari hobi, Padahal menjadi komentator suatu acara tidak mudah. “Selain harus memiliki pengalaman, wawasan dan hobi juga pengalaman dalam hal public speaking, oleh karena itu saya masih terus belajar,” akunya.
“Sebagai reporter harus mampu menghipnotis para penonton seakan-akan pendengar merasakan langsung duel penuh di acara Presean maupun belanjakan,” tegasnya.
Namun terkadang, sebagian orang ada yang beranggapan seorang komentator atau reporter adalah orang yang “sotoy” alias sok tahu,” kata Sahruman sambil ketawa penuh canda. (Asbar)














