Prahara Tempat Surfing Ekas yang Tak Kunjung Usai

Lombok Timur – Terjadi kejar-kejaran berebut meraih  ombak bagus, salah satu wisatawan asal Spanyol Garcia Sanchez (23) mengalami kecelakaan. Hal ini disebabkan sempitnya daerah surfing di ekas. Peristiwa ini terjadi Selasa,18 Nopember 2025, korban dibawa langsung dari Ekas ke rumah sakit Siloam Kota Mataram, guna penanganan lebih intensif bagi warga asing. Luka robek di mukanya itu terkena papan surfing guide dari Gerupuk Lombok Tengah.

Menurut Ketua Ekas Surfing Club (ESC) Jaya Kusuma, ketika dihubungi massmedia via telepon Rabu(19/9), kejadian ini sering terjadi dikarenakan lemahnya Pemerintah Daerah Lombok Timur dalam pembuatan regulasi yang digagas oleh teman-teman ESC (Ekas Surfing Club).

“Kami menyayangkan kejadian ini yang terus menerus terjadi setiap tahunnya. Langkah preventif yang kami gagas dari ESC (Ekas Surf Club) dengan 10 point regulasi surfing di Ekas inside, belum bisa diindahkan oleh teman-teman surfer yang dari luar Lombok Timur,” terang Jaya.

jaya khawatir kalau tidak segera diatasi akan terjadi konflik yang tak kunjung usai. “Saya meyakini jika tidak diatensi oleh Pemerintah Daerah, konflik akan berkepanjangan tidak ada akhirnya maka akan terjadi lagi di tahun depan saat high season berikutnya,” ujar Jaya.

Jaya juga menambahkan bahwa dampak sudah mengarah kepada iklim investasi di Ekas yang lambat laun menurun. “Dampak yang kami rasakan sudah jelas, mengarah kepada animo investasi di Ekas step by step akan berkurang dan gulung tikar, di karena tidak ada jaminan keselamatan di laut,” tutupnya. (Asbar)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *