Paguyuban Kepala Sekolah SMA Swasta Se-Lombok Timur Mengadakan Festival Literasi Keuangan dan Workshop Deep Learning

Mataram – ‎Mengubah Mindset, Melahirkan Pendidik Tangguh, DT Peduli NTB dan MPZ Paguyuban Kepala Sekolah SMA Swasta Se-Lombok Timur mengadakan Festival Literasi Keuangan dan Workshop Deep Learning dalam Rangka Refleksi Program Asta Cita.

‎Kegiatan yang diselenggarakan pada 14-16 Oktober 2025 di Hotel Puri Saron Senggigi ini merupakan suatu Kegiatan berupa Workshop Pembelajaran Mendalam dan Lomba Karya Ilmiah tingkat Regional. Acara ini dihadiri oleh Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) Bidang Pembinaan SMA pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Purni Susanto, S.Pd., M.Hum, ‎Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Bapak Syaiful Islam, Ketua Paguyuban Kepala SMA Swasta Se-Lombok Timur Muhammad Juaini, DT Peduli NTB, Ragil Hidayat, S.E, selain itu peserta dihadiri oleh 58 sekolah dengan total 150 peserta. 

‎Dalam beberapa rangkaian acara yg telah berlangsung, Purni Susanto perwakilan dari Dikbud Provinsi NTB menyampaikan Dalam Deep Learning, siswa didorong untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan menyelami topik yang sedang dipelajari. Sehingga ia dapat menjelajah lebih dalam dan menikmati keindahan panorama dari topik tersebut.

‎”Pendekatan pembelajaran Deep Learning (belajar secara mendalam) adalah kontras dari pendekatan pembelajaran Surface Learning (belajar di permukaan) yang berusaha membahas banyak materi secara luas dengan mengorbankan proses pemahaman dan peningkatan kompetensi dari para peserta didik.Deep Learning dapat tercapai melalui 3 elemen utama, yakni Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning,” ucapnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Ragil Hidayat dari DT Peduli KL Mataram dalam sambutannya mengatakan, saat ini Rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur. Mulai dari Petani, Nelayan bahkan para guru juga tidak lepas dari praktek rentenir. “Maka sudah menjadi tanggungjawab kita bersama terutama Paguyuban Kepala SMA Swasta telah menjadi Mitra Pengelola Zakat kami seyogianya bisa mengedukasi masyarakat terkait literasi keuangan, terutama harus lepas dari praktek riba salah satunya melalui program kami yakni Misykat (Microfinance Berbasis Masyarakat) bentuk Pinjaman bergulir yang bebas Bunga,” ungkapnya.

‎‎‎Selain itu dalam acara ini hadir pula Tokoh Bisnis Inspiratif yakni Business Owner Sukmarasa Lombok. Asmuni selaku Owner Restoran Sukmarasa yang juga merupakan Alumni Program APW Daarut Tauhiid ini menyampaikan dalam sesi talk show business bahwa menjadi guru adalah pribadi yang mulia harus dikuatkan dengan mindset bisnis, leadership  dan ketauhidan yang kokoh karena para guru menjadi teladan yang melahirkan para pemimpin bangsa.

‎”Alhamdulillah, kami memiliki pandangan bahwa bisnis memiliki nilai yang lebih penting sebagai manifestasi Amal shaleh untuk membantu sesama. Ketika bisnis dimulai dan ditujukan berdasarkan semangat beribadah maka hasil yang didapatkan bukan hanya berwujud keuntungan materiil semata, melainkan juga keuntungan yang bisa dinikmati pada tingkatan kehidupan yang abadi, yakni di akhirat kelak ,” ujar Asmuni. 

‎Acara diakhiri dengan pemberian hadiah lomba literasi keuangan yang diberikan oleh Dikbud Provinsi NTB, KCD Dikbud Lombok Timur serta Ketua Paguyuban Kepala SMA Swasta Lombok Timur, DT Peduli NTB, kepada Mahasiswa UIN Mataram dan SMA Islam Mustafa Kamal. (Asbar)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *