LOMBOK TIMUR – Akademisi dan salah satu putra terbaik Desa Lando, Mawardi, M.Pd., secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (22/10) pukul 16.00 WITA. Pendaftaran yang berlangsung di Sekretariat Panitia Pemilihan di Kantor Desa Lando ini diterima langsung oleh Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Desa, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Lando, beserta jajarannya.
Pendaftaran ini turut dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, serta Anggota Komisi V DPRD Lombok Timur yang hadir sebagai bentuk dukungan moral. Acara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penyerahan tata tertib dan tahapan pemilihan dari panitia kepada bakal calon.
Dengan latar belakang sebagai akademisi yang telah mengabdi selama lebih dari 15 tahun dan aktif dalam mengelola yayasan, Mawardi, M.Pd. merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kampung halamannya.
Dalam sambutannya usai menyerahkan berkas persyaratan, Mawardi menegaskan bahwa ide dan gagasan yang baik tidak akan membawa perubahan tanpa adanya tindakan yang nyata.
“Gagasan-gagasan itu tidak akan maksimal jika tidak diikuti dengan kontribusi nyata, tindakan nyata, dan ikut ambil bagian. Sebagai putra Lando, saya menawarkan diri untuk ikut mengambil bagian dalam rangka menyukseskan program-program pembangunan yang memang membutuhkan kemauan dan usaha yang kuat (strong willingness and strong effort),” tegas Mawardi.
Menghadapi usia Desa Lando yang kini menginjak 15-16 tahun, Mawardi menyoroti besarnya potensi desa yang harus dieksplorasi dan disadari untuk dikelola demi sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Ia menawarkan payung besar gerakan pembangunan desa dengan tiga kata kunci visi utama: Lando Berdaya, Lando Mandiri, dan Lando Sejahtera.
Dari visi utama tersebut, Mawardi telah merumuskan 8 (delapan) Program Unggulan yang dirancang secara realistis dan tepat sasaran. Salah satu filosofi kepemimpinan yang ia tekankan adalah bagaimana membangun daya tarik desa agar mendatangkan kesejahteraan secara organik.
“Desa ini adalah rumah kita. Kalau kita ingin mendatangkan banyak investor dan program yang banyak ke Desa Lando untuk masyarakat, maka rumah kita harus kita buat indah. Tidak perlu kita membawa jaring ke mana-mana untuk hanya menjerat lalat atau kupu-kupu datang, tapi cukup kita membuat desa kita indah, asri, sejuk, damai, sentosa, makmur, maka banyak orang yang akan datang berkepentingan ke desa kita,” jelasnya mengumpamakan.
Mawardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dan siap beradaptasi dengan perubahan kebijakan yang cepat agar tidak tertinggal dengan desa lain. Ia optimis bahwa Desa Lando mampu menaikkan taraf kesejahteraannya dan membuktikan kemandiriannya.
Menutup sambutannya, ia mengutip kearifan dan nilai spiritual yang kuat, “Allah tidak akan mengubah nasib kita, kalau kita hanya berdiam diri di rumah (momot, meco, lapon tiduk di rumah). Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.” (*)












