Lombok Timur – Akhil Education Centre (AEC) Semarang bekerja sama dengan LPK Seoul Lombok menyelenggarakan Program Volunteer Internasional yang melibatkan lima relawan asal Rumania. Program ini berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026, dengan lokasi utama kegiatan di SDN No. 02 Aikmel, Lombok Timur.
LPK Seoul Lombok merupakan lembaga pelatihan kerja yang berfokus pada pengembangan kompetensi bahasa asing, khususnya bahasa Korea. Sementara itu, Akhil Education Centre Semarang bergerak di bidang pendidikan dan program edukasi internasional. Kolaborasi ini bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan serta memperluas wawasan global masyarakat setempat.
Lima relawan yang tergabung dalam Scout Society Romania memberikan edukasi bahasa Inggris kepada siswa kelas IV, V, dan VI, serta terlibat dalam kegiatan sosial berupa pengecatan fasilitas sekolah. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, kepercayaan diri siswa, serta memperkenalkan metode pembelajaran yang komunikatif dan aplikatif.
CEO LPK Seoul Lombok, Nitha Sandriliana, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam menghadirkan energi positif dan warna baru bagi dunia pendidikan di Lombok Timur. Ke depan, LPK Seoul akan membuka kelas bahasa asing lainnya seperti Bahasa Inggris dam Bahasa Jepang.
“Ke depan LPK Seoul Lombok berencana membuka kelas bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan bahasa asing lainnya,” terang Nitha.
Senada dengan hal tersebut, Eko Wahyudi, CEO dari Akhil Education Centre Semarang menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari hubungan profesional sejak tahun 2021 dan berkembang menjadi kolaborasi antar lembaga pendidikan lintas daerah dan negara.
Kepala SDN No. 02 Aikmel, Sahrul Munir, M.Pd, pada pidato perpisahan, mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, walaupun pembelajaran yang diterapkan oleh relawan sederhana namun mudah dipahami dan dipraktekkan oleh siswa.
“Metode pembelajaran yang diterapkan para relawan sangat sederhana namun efektif, sehingga mudah dipahami dan langsung dipraktekkan oleh siswa,” sebutnya.
Selain kegiatan edukasi, rangkaian program juga diisi dengan pertukaran budaya, pentas seni, serta city tour ke Desa Sade, Pantai Kuta Mandalika, dan Bukit Merese sebagai upaya memperkenalkan budaya dan keindahan alam Lombok kepada para relawan. Program ditutup dengan kepulangan relawan ke Rumania pada 26 Januari 2026. (Asbar)














