Hidayatul Azqia, Pakar Perencana Keuangan Syariah, Berbagi Strategi Lebaran Tanpa “Drama” Finansial

LOMBOK TIMUR – Menjelang hari raya Idul Fitri, fenomena boros anggaran atau “numpang lewat”-nya Tunjangan Hari Raya (THR) seringkali menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Merespons hal tersebut, Hidayatul Azqia, S.E., AWPS, CSFT, seorang pakar perencanaan keuangan syariah, membedah tuntas strategi pengelolaan harta dalam gelaran edukasi bertajuk “Idul Fitri Tanpa Drama Finansial” pada Minggu (15/3).

Dalam paparannya, Azqia menekankan bahwa kunci utama agar kemenangan di hari raya tidak berujung pada beban utang adalah dengan menerapkan strategi Piramida Skala Prioritas Anggaran. Menurutnya, banyak masyarakat yang terjebak pada keinginan untuk tampil mewah namun mengabaikan fondasi keuangan yang wajib.

“Idul Fitri adalah tentang kemenangan melawan hawa nafsu, termasuk nafsu konsumtif. Kita harus berani menggeser perspektif dari ‘apa yang terlihat keren’ menjadi ‘apa yang membuat hati tenang’. Kuncinya adalah mengamankan fondasi sebelum memikirkan puncak piramida gaya hidup,” ujar Hidayatul Azqia di hadapan ratusan peserta.

Hidayatul Azqia menjelaskan empat tingkatan prioritas anggaran Lebaran yang harus dipatuhi:

– Fondasi (Wajib): Pembersihan harta melalui Zakat Fitrah, Zakat Maal, Zakat Profesi, dan Fidyah.

– Pilar Utama: Memastikan ketersediaan biaya hidup harian selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.

– Tingkat Menengah: Biaya mudik dan jamuan hari raya yang terencana.

– Puncak (Tersier): Pengeluaran pelengkap seperti pakaian baru dan rekreasi yang hanya boleh dilakukan jika tiga lapisan bawah telah terpenuhi.

Lebih lanjut, Azqia memberikan edukasi krusial mengenai pembaruan nilai zakat mengikuti fluktuasi harga emas yang diprediksi menyentuh angka Rp3.000.000 per gram, serta pentingnya disiplin menunaikan zakat profesi sebesar 2,5% dari total penghasilan rutin termasuk THR.

Melalui edukasi yang dilaksanakan oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ini, Azqia berharap literasi keuangan syariah masyarakat semakin meningkat, sehingga momen silaturahmi Idul Fitri dapat dijalani dengan penuh keberkahan tanpa harus terjebak utang konsumtif atau layanan paylater.

“Jangan sampai kita menang melawan lapar di siang hari Ramadan, namun kalah melawan nafsu belanja di hari raya. Esensi Idul Fitri adalah kembali ke fitrah, dan itu dimulai dari pengelolaan amanah harta yang bersih dan terencana,” pungkas Azqia.

Hidayatul Azqia, S.E., AWPS, CSFT adalah praktisi dan ahli perencanaan keuangan syariah yang aktif memberikan edukasi seputar manajemen aset, zakat, dan strategi finansial berbasis syariat bagi masyarakat dan pelaku usaha. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *