Lombok Timur – Kondisi perusahaan daerah PT Selaparang Energi mulai menunjukkan tren positif setelah sempat tertatih-tatih dalam tiga tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan jajaran direksi yang baru, perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ini perlahan bangkit dan melakukan berbagai upaya pemulihan.
Direktur Utama PT Selaparang Energi, Joyo Supeno, menegaskan bahwa saat ini kondisi perusahaan sudah mulai stabil. “Saat ini kondisi PT Selaparang Energi mulai stabil,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (15/1).
Menurut Joyo, kebangkitan perusahaan dapat dilihat dari meningkatnya produksi air minum dalam kemasan (AMDK) yang kini mampu berproduksi hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, Stasiun Pengisian Nelayan (SPN) yang dikelola PT Selaparang Energi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar telah mampu menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite bagi para nelayan.
“Kami juga sedang mengajukan penambahan kuota BBM dan alhamdulillah sudah disetujui oleh BPH Migas. Sebelumnya, sejak tahun 2025 kuota BBM memang mengalami kekurangan,” jelasnya.
Joyo menambahkan, pihaknya juga tengah mengupayakan pemerataan agen di seluruh kecamatan di Lombok Timur. Saat ini, sekitar 60 persen kecamatan telah memiliki agen, sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera kami selesaikan agar layanan PT Selaparang Energi bisa menjangkau seluruh wilayah Lombok Timur,” tandasnya. (*)












