Direktur PKBI Lotim: Video Ulasan Siswa tentang Program MBG Harus Jadi Evaluasi Kualitas Menu, Bukan Hanya Soal Sanksi

Agus Khairi, Direktur PKBI Cabang Lombok Timur

Lombok Timur – Terkait viralnya video ulasan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh sejumlah siswi di sebuah SMP di Lombok Timur yang memuat komentar tidak etis, Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Lombok Timur, Agus Khairi, memberikan tanggapannya, Jum’at (10/10). Agus Khairi menekankan bahwa fokus utama harus diarahkan pada evaluasi mendalam terhadap kualitas dan kelayakan menu MBG, alih-alih hanya berfokus pada pemberian sanksi kepada para siswi.

Agus Khairi menyampaikan bahwa insiden ini, terlepas dari cara penyampaian siswi yang dinilai tidak pantas, harus dilihat sebagai cerminan adanya potensi masalah dalam implementasi program.

“Kami menyayangkan cara para siswi menyampaikan pendapatnya yang akhirnya viral di media sosial. Namun, esensi dari video tersebut, yakni kritikan terhadap kualitas makanan MBG, tidak boleh diabaikan. Ini adalah momen krusial bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi total,” ujar Agus Khairi.

Ia menegaskan, program seperti MBG yang menyangkut gizi dan kesehatan anak harus diprioritaskan kualitasnya. “Jika kritik tersebut muncul, bahkan dari anak-anak yang menjadi penerima manfaat, artinya ada indikasi masalah pada menu, mulai dari rasa, tampilan, hingga standar gizi dan kebersihan. Video ini harus menjadi alat kontrol sosial dan sinyal peringatan,” tambahnya.

Pentingnya Pendekatan Humanis dan Pembinaan

PKBI Lotim mengimbau pihak sekolah dan instansi terkait untuk mengambil pendekatan yang humanis dan edukatif dalam menangani para siswi.

“Anak-anak adalah subjek pembangunan. Pendekatan pembinaan, edukasi etika bermedia sosial, dan pendampingan psikologis harus dikedepankan, seperti yang sudah dilakukan oleh UPTD PPA. Jangan sampai kasus ini justru menimbulkan trauma atau ketakutan bagi siswa lain untuk menyuarakan pendapat atau keluhan mereka,” jelas Agus.

Ia juga menekankan bahwa tindakan disiplin dan pembinaan harus proporsional dan tidak berlebihan, dengan mempertimbangkan faktor usia, perkembangan psikologis, serta hak anak untuk mendapatkan perlindungan.

Rekomendasi Tindak Lanjut

PKBI Cabang Lombok Timur merekomendasikan beberapa langkah tindak lanjut:

  1. Audit Kualitas Menu: Segera lakukan audit independen terhadap seluruh rantai penyediaan menu MBG, mulai dari dapur, bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi, untuk memastikan standar gizi dan kebersihan terpenuhi.
  2. Mekanisme Umpan Balik: Buat saluran umpan balik (kritik dan saran) yang aman, anonim, dan efektif bagi siswa penerima manfaat, sehingga keluhan dapat ditangani dengan cepat tanpa harus viral atau menimbulkan sanksi bagi siswa.
  3. Edukasi Etika Digital: Pihak sekolah dan keluarga perlu meningkatkan edukasi mengenai etika bermedia sosial, penggunaan bahasa yang sopan, dan penyampaian kritik yang konstruktif di ruang publik digital.
  4. Libatkan Siswa dalam Perencanaan: Siswa dapat dilibatkan dalam forum konsultasi terbatas untuk memberikan masukan konstruktif mengenai variasi dan kualitas menu, sehingga program MBG benar-benar disukai dan bermanfaat bagi kesehatan mereka.

“Kami berharap insiden ini dapat diselesaikan dengan bijak, di mana perlindungan anak dan perbaikan kualitas program menjadi tujuan utama. Jangan sampai upaya mendisiplinkan siswa mengalihkan perhatian dari masalah kualitas menu yang harus segera diperbaiki,” tutup Agus Khairi. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *