LOMBOK TIMUR – Insiden kecelakaan pendakian kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Seorang pendaki perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Belgia berinisial JMVA (25) dilaporkan mengalami cedera pergelangan kaki di jalur turun menuju Danau Segara Anak, via jalur pendakian Sembalun, pada Sabtu (4/4).
Kecelakaan tersebut mengakibatkan korban kesulitan berjalan, sehingga memerlukan penanganan dan evakuasi segera dari tim di lapangan.
Berdasarkan keterangan resmi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), tim gabungan langsung bergerak cepat usai menerima laporan insiden tersebut. Koordinasi intensif segera dilakukan dengan melibatkan tim evakuasi, pemandu gunung (guide), dan porter yang berada di lokasi kejadian untuk memastikan keselamatan dan penanganan medis awal bagi korban.
“Dengan semangat gotong royong, korban berhasil dibawa ke shelter darurat di Pelawangan Sembalun untuk mendapatkan penanganan awal,” tulis keterangan resmi pihak TNGR yang dikutip pada Minggu (5/4).
Proses evakuasi tidak berhenti sampai di situ. Tim gabungan harus bekerja ekstra keras menembus medan jalur pendakian Sembalun untuk membawa korban turun. Perjuangan tim membuahkan hasil, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan pertolongan medis lanjutan. Mengingat kondisi cedera yang dialaminya, JMVA kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Mataram.
Pihak BTNGR menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini. Kerja sama yang solid antara petugas TNGR, pihak Asuransi Kita Bisa (EMHC), serta para guide dan porter terbukti mampu merespons kondisi darurat dengan sangat baik.
Menyusul kejadian ini, pihak TNGR kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh calon pendaki dan penikmat alam yang hendak menaklukkan Rinjani. Para pendaki diingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Terdapat tiga poin penting yang ditekankan oleh TNGR sebagai pengingat bagi para pendaki, yakni keharusan untuk selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan fisik dan perlengkapan dengan matang sebelum mendaki, serta kewajiban mematuhi arahan dari petugas maupun guide selama berada di jalur pendakian.
“Mari tetap bijak dan saling peduli saat menikmati keindahan alam Rinjani. Karena setiap langkah pulang dengan selamat adalah tujuan utama,” tutup imbauan tersebut. (Red)












