Tata Kawasan Ekowisata Joben Tanpa Ganggu APBD, Bupati Lotim Gandeng Pihak Ketiga

LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur terus berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan, khususnya di sektor pariwisata. Untuk merealisasikan hal tersebut tanpa mengorbankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sektor pelayanan publik, Pemkab mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama berbagai pihak ketiga.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam acara Pemberian Tanda Batas Areal Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PB-PSWA) di kawasan Resort Tete Batu, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, pada Kamis (20/8).

Pada kesempatan bersejarah tersebut, Bupati yang didampingi oleh Direktur Utama PT Energi Selaparang melakukan penanaman perdana pal tanda batas areal usaha ekowisata seluas 25 hektare di kawasan Joben.

Menurut Bupati, kawasan Joben memiliki nilai sejarah yang panjang sebagai destinasi wisata legendaris di Lombok Timur. Keunggulan alamnya yang lengkap, mulai dari iklim sejuk, air terjun, hingga keasrian hutan, dinilai sangat potensial untuk dikembangkan.

“Kita akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk penataan kawasan Joben ini. Langkah ini kami ambil agar struktur APBD yang sebagian besar alokasinya difokuskan untuk pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu,” tegas H. Haerul Warisin.

Selain fokus pada penataan kawasan wisata, Bupati juga menyambut baik perubahan status Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang kini resmi menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Fleksibilitas pengelolaan keuangan di tingkat Satuan Kerja (Satker) ini diyakini mampu mempercepat rantai koordinasi tanpa harus selalu bergantung pada kementerian pusat.

Merespons peluang dari status baru TNGR tersebut, Bupati langsung memberikan instruksi khusus kepada jajarannya.

“Status BLU TNGR ini adalah peluang besar. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Dinas Perizinan, Bapenda, Dinas Lingkungan Hidup, serta OPD terkait untuk segera merumuskan langkah strategis agar insentif dan penerimaan daerah bisa dioptimalkan,” ungkapnya.

Menutup kegiatan tersebut, Bupati mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat mampu, untuk senantiasa taat menunaikan kewajiban perpajakan demi menopang pembangunan daerah. Ia optimis penataan kawasan Joben akan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ia juga berpesan kepada seluruh aparatur pemerintah agar selalu memberikan pelayanan secara adil kepada siapa pun tanpa pandang bulu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *