Membuka Akses, Menembus Batas: HMI Korkom UNRAM Dorong Mahasiswa Berani Meraih Beasiswa S1 dan S2

MATARAM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Mataram menyelenggarakan Seminar dan Mentoring Beasiswa S1 dan S2 dengan mengangkat tema “Membuka Akses, Menembus Batas: Strategi Meraih Beasiswa S1 dan S2 untuk Membangun Generasi Intelektual dan Pemimpin Masa Depan”, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai tersebut dipusatkan di Aula Prof. Zainal Asikin, Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa dan berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya BEM Universitas Mataram, HMI Komisariat se-Cabang Mataram, OKP se-Universitas Mataram, DPM Universitas Mataram, Ormawa se-Universitas Mataram, BEM Fakultas se-Universitas Mataram, mahasiswa Universitas Mataram, serta sejumlah mahasiswa dari UIN Mataram dan Universitas Yarsi Mataram.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram dalam memperluas akses informasi pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa.

Namun, kegiatan ini tidak dirancang berhenti sebagai seminar satu hari. HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram menyiapkan program mentoring beasiswa secara berkelanjutan bagi mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk mengikuti pendampingan.

Melalui program tersebut, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan secara bertahap, mulai dari mengidentifikasi program beasiswa yang sesuai, memahami persyaratan, menyiapkan dokumen, menyusun curriculum vitae, membangun personal branding, menulis esai atau motivation letter, mempersiapkan wawancara, hingga menghadapi tahapan akhir seleksi.

Pendampingan tersebut akan dilakukan melalui webinar dan pertemuan daring yang difasilitasi HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki ruang konsultasi dan evaluasi selama proses pendaftaran beasiswa.

Beasiswa Bukan Sekadar Bantuan Pendidikan

Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, pendidikan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kapasitas individu dan memperluas mobilitas sosial. Namun, akses terhadap pendidikan berkualitas masih dapat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi, akses informasi, lingkungan sosial, serta kesiapan individu dalam memanfaatkan peluang pendidikan.

Dalam konteks tersebut, beasiswa memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar pembiayaan pendidikan. Beasiswa dapat menjadi instrumen yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, jejaring, pengalaman organisasi, serta kapasitas sosial.

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang, memahami persyaratan, mempersiapkan dokumen, membangun rekam jejak, menyusun esai, hingga menghadapi proses seleksi.

Persoalan inilah yang coba dijawab melalui seminar sekaligus program mentoring yang disiapkan HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram.

Hadirkan Tiga Narasumber Berpengalaman

Dalam seminar tersebut, HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman dalam dunia beasiswa.

Narasumber pertama adalah Aida Nur Arifah Tara, M.Si., Ph.D., selaku Founder AAS Indonesia NTB.

Narasumber kedua adalah Afifah Kamilatul Unsha, selaku Awardee Beasiswa Unggulan.

Sementara narasumber ketiga adalah Muhammad Sultan, selaku Awardee Beasiswa GenBI.

Ketiga narasumber memberikan perspektif mengenai peluang beasiswa sekaligus pengalaman praktis dalam mempersiapkan dan melewati proses seleksi.

Kehadiran narasumber dengan latar belakang berbeda tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kesiapan personal, rekam jejak, kemampuan komunikasi, kualitas esai, serta keberanian untuk mengambil kesempatan.

Dicky: Jangan Biarkan Keterbatasan Menentukan Masa Depan

Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram, Muhamad Dicky Subagia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk membuka akses pendidikan dan memperluas informasi mengenai peluang beasiswa kepada mahasiswa.

Menurut Dicky, masih banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan, prestasi, dan cita-cita besar, tetapi menghadapi kendala ekonomi maupun keterbatasan informasi.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar seminar tentang bagaimana mendapatkan beasiswa. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar kita untuk membuka akses pendidikan dan memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang,” ujar Dicky.

Ia mengatakan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kondisi ekonomi dan akses informasi yang sama.

“Ada yang memiliki kemampuan, prestasi, dan cita-cita besar, tetapi terkendala biaya. Ada pula yang sebenarnya memiliki potensi, tetapi tidak tahu bagaimana cara menemukan dan memenangkan peluang beasiswa,” katanya.

Karena itu, Dicky mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan kondisi ekonomi maupun keterbatasan informasi sebagai alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.

“Jangan biarkan keterbatasan hari ini menentukan masa depan kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan bahwa HMI Korkom Unram sengaja merancang kegiatan ini agar tidak berhenti pada seminar.

“Kami tidak ingin kegiatan ini selesai ketika seminar hari ini selesai. Bagi teman-teman yang ingin mengikuti program mentoring, HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram akan menyiapkan pendampingan secara berkelanjutan melalui webinar,” jelasnya.

Menurutnya, mentoring tersebut akan memberikan pendampingan sejak mahasiswa mulai menentukan beasiswa yang dituju hingga melewati seluruh tahapan seleksi.

“Kita akan berusaha mendampingi teman-teman dari tahap awal, mulai dari mencari dan menentukan beasiswa yang sesuai, mempersiapkan dokumen, menyusun esai, sampai persiapan wawancara dan tahapan akhir seleksi. Jadi, kita tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga berusaha hadir dalam prosesnya,” ungkap Dicky.

Ia berharap mahasiswa yang mengikuti mentoring benar-benar memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Saya berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, teman-teman tidak pulang hanya membawa sertifikat. Pulanglah dengan informasi, strategi, keberanian, dan komitmen untuk mencoba,” katanya.

Dicky juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut gagal.

“Jangan takut gagal mendaftar beasiswa. Karena kegagalan dalam mencoba jauh lebih baik daripada keberhasilan yang tidak pernah kita perjuangkan,” pungkasnya.

Ahmad Nasri: Beasiswa Harus Diikuti dengan Tanggung Jawab

Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Ahmad Nasri, menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi kompetisi memperoleh beasiswa.

Menurutnya, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan kesempatan untuk membangun kapasitas dan masa depan.

“Beasiswa tidak boleh dipandang hanya sebagai bantuan biaya pendidikan. Di balik beasiswa terdapat investasi terhadap masa depan mahasiswa. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan kapasitas akademik, organisasi, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan kontribusi sosialnya,” ujar Ahmad Nasri.

Ia juga mengapresiasi adanya program mentoring lanjutan yang disiapkan HMI Korkom Unram.

“Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah keberlanjutannya. Informasi satu hari belum tentu cukup. Mahasiswa membutuhkan pendampingan agar apa yang mereka dapatkan hari ini benar-benar dapat diterapkan ketika mendaftar beasiswa,” katanya.

Ahmad mendorong mahasiswa untuk membangun rekam jejak jauh sebelum pendaftaran beasiswa dibuka.

“Jangan baru mempersiapkan diri ketika pendaftaran beasiswa dibuka. Rekam jejak itu dibangun jauh sebelum formulir pendaftaran diisi. Aktiflah belajar, berorganisasi, mengikuti kegiatan sosial, mengembangkan kompetensi, dan menghasilkan karya,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menghilangkan rasa minder dalam menghadapi kompetisi.

“Jangan pernah merasa tidak layak sebelum mencoba. Bisa jadi peluang yang kita anggap kecil hari ini justru menjadi pintu yang mengubah masa depan kita,” tegasnya.

Dr. Asrin: Mentoring Harus Melahirkan Kemandirian

Presidium KAHMI Kota Mataram, Dr. Asrin, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas manusia dan masa depan bangsa.

Menurutnya, akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya agar mahasiswa yang memiliki potensi tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan ekonomi maupun informasi.

“Pendidikan adalah salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas manusia. Karena itu, setiap anak muda yang memiliki potensi harus diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang,” ujar Dr. Asrin.

Ia menilai bahwa program mentoring merupakan langkah strategis karena mahasiswa tidak cukup hanya diberikan informasi.

“Informasi harus diikuti dengan pendampingan. Mahasiswa perlu dibimbing bagaimana mengubah potensi yang mereka miliki menjadi aplikasi yang baik dan kompetitif,” katanya.

Menurut Dr. Asrin, mentoring juga harus diarahkan untuk membangun kemandirian mahasiswa.

“Pendampingan yang baik bukan membuat mahasiswa selalu bergantung kepada mentor, tetapi membantu mereka memahami proses sehingga ke depan mereka mampu mempersiapkan dirinya sendiri dan bahkan membantu mahasiswa lainnya,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi inisiatif HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram yang membuka ruang edukasi dan pendampingan beasiswa lintas organisasi dan perguruan tinggi.

Dari Seminar Menuju Program Mentoring Berkelanjutan

Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah komitmen HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram untuk menjadikan seminar sebagai pintu awal dari program mentoring beasiswa yang berkelanjutan.

Mahasiswa yang berminat mengikuti mentoring akan mendapatkan pendampingan melalui rangkaian webinar yang disiapkan HMI Korkom Unram.

Tahapan pendampingan dirancang mulai dari:

  1. Pemetaan dan pencarian program beasiswa yang sesuai dengan profil mahasiswa.
  2. Pengecekan persyaratan dan kelengkapan administrasi.
  3. Penyusunan Curriculum Vitae dan profil diri.
  4. Penyusunan esai, motivation letter, study plan, maupun dokumen pendukung lainnya.
  5. Review dan evaluasi dokumen pendaftaran.
  6. Persiapan menghadapi seleksi administrasi dan wawancara.
  7. Simulasi wawancara dan penguatan personal branding.
  8. Pendampingan hingga tahapan akhir seleksi.

Dengan pola tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berjalan sendiri dalam proses pendaftaran. Program ini juga diharapkan dapat membangun komunitas belajar beasiswa di kalangan mahasiswa Universitas Mataram dan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya yang ikut terlibat.

Membangun Ekosistem Akses Pendidikan

Keterlibatan BEM, DPM, HMI Komisariat, OKP, Ormawa, BEM Fakultas, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa isu akses pendidikan dapat menjadi ruang kolaborasi lintas organisasi dan institusi.

Semangat “Membuka Akses, Menembus Batas” tidak berhenti pada persoalan bagaimana mahasiswa mendapatkan beasiswa. Lebih jauh, tema tersebut berbicara mengenai bagaimana pendidikan dapat menjadi instrumen untuk memutus keterbatasan, memperluas mobilitas sosial, dan membentuk generasi yang memiliki kapasitas intelektual serta kepemimpinan.

Program seminar dan mentoring ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem yang memungkinkan mahasiswa saling berbagi informasi, pengalaman, dan strategi dalam memperoleh kesempatan pendidikan.

Pada akhirnya, beasiswa bukanlah tujuan akhir. Beasiswa merupakan pintu masuk menuju kesempatan yang lebih luas.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui bahwa peluang itu ada. Mereka harus memiliki keberanian untuk mengetuk pintu tersebut, kesiapan untuk menghadapi proses seleksi, serta ketekunan untuk terus mencoba ketika belum berhasil.

HMI Koordinator Komisariat Universitas Mataram melalui program seminar dan mentoring ini ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mengetahui adanya pintu kesempatan, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk berani membukanya.

Dari informasi menuju aksi, dari seminar menuju pendampingan, dan dari kesempatan menuju lahirnya generasi intelektual dan pemimpin masa depan. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *