JAKARTA – Menyusul langkah tegas Presiden Prabowo yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6), serta penggeledahan dan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinamika percakapan publik melonjak drastis.
Data terbaru dari Drone Emprit periode 2–3 Juni 2026 mencatat adanya 22.485 sebutan (mentions) dengan total 48,8 juta interaksi di berbagai platform media online dan media sosial. Analisis Drone Emprit menemukan bahwa meskipun publik mengapresiasi ketegasan penegakan hukum, terdapat sentimen kritis yang kuat terhadap figur pengganti dan desain struktural program tersebut.
Perbedaan Sentimen: Media Online vs. Media Sosial
Analisis Drone Emprit menunjukkan adanya polarisasi opini yang sangat bergantung pada platform (kanal) yang digunakan. Sentimen positif mendominasi pemberitaan media arus utama, sementara media sosial menunjukkan pertarungan narasi yang lebih berimbang, bahkan cenderung kritis di platform tertentu.
| Kanal / Platform | Sentimen Positif | Sentimen Negatif | Karakteristik Percakapan |
|---|---|---|---|
| Media Online | 81,3% | 12,6% | Fokus pada pemberitaan faktual, alasan resmi pergantian, dan penetapan tersangka oleh Kejagung. |
| Media Sosial (Total) | 50,5% | 47,2% | Lebih berimbang antara apresiasi dan kritik kebijakan. |
| YouTube | 97,9% | – | Didominasi konten informatif dan apresiatif. |
| TikTok | 75,9% | – | Didominasi konten apresiatif. |
| X / Twitter | 42,3% | 55,9% | Ruang utama untuk narasi kritis, keraguan kompetensi, dan kalkulasi anggaran MBG. |
| – | 52,7% | Condong pada sentimen negatif dan kritis. |
Tiga Temuan Utama Opini Publik
Berdasarkan pemantauan narasi yang berkembang, Drone Emprit mengklasifikasikan respons publik ke dalam tiga arus utama:
- Apresiasi Terhadap Ketegasan Presiden dan Proses Hukum Tindakan pencopotan dan pengusutan hukum dipandang sebagai bukti bahwa pemerintah mendengar kritik dan tidak segan mengevaluasi program strategisnya demi menjaga uang rakyat.
“Keinginan Bapak Presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal, tidak ada terjadinya korupsi, penyimpangan… betul-betul untuk kepentingan rakyat.” — Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan.
- Sorotan Kritis Terhadap Penunjukan Pengganti Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN memicu sentimen negatif, terutama di platform X. Publik menyoroti ketiadaan rekam jejak keilmuan di bidang gizi dan pangan pada sosok yang memiliki latar belakang jurnalis tersebut. Kekhawatiran berpusat pada lambatnya perbaikan kultur dan birokrasi di dalam BGN jika tidak dipimpin oleh profesional di bidangnya, meski pihak legislatif membela penunjukan ini berdasarkan rekam jejak kerja lapangannya.
- Sikap Menunggu (Skeptis) terhadap Perubahan Struktural Publik memandang pergantian pimpinan saja tidak cukup. Para pakar, aktivis transparansi, dan netizen menuntut audit menyeluruh, transparansi institusi, hingga evaluasi ulang desain anggaran MBG yang bernilai fantastis (Rp335 triliun). Isu realokasi anggaran menjadi salah satu narasi yang paling banyak didorong oleh influencer di media sosial.
“Program atau proyek MBG ini adalah proyek yang sifatnya politis… Maka bukan hanya kepala BGN yang harus dicopot, justru programnya sendiri memang harus dihentikan.” — Egi Primayogha, ICW.
Peta Emosi Publik: Didominasi Penantian dan Harapan
Pembacaan sentimen ini diperkuat oleh analisis emosi (Emotion Analysis) yang diekstrak dari percakapan publik:
- Anticipation (28%): Publik menanti hasil penggeledahan Kejagung, kinerja pimpinan baru, dan evaluasi keberlanjutan program MBG. Penilaian publik terhadap BGN belum final.
- Trust (21%): Tingkat kepercayaan masih terjaga, terutama ditujukan pada ketegasan Presiden Prabowo dan institusi hukum.
- Sadness (19%): Mencerminkan kekecewaan publik terhadap rentetan masalah sebelumnya (misal: tata kelola yang buruk, kasus keracunan massal).
- Anger (12%): Relatif kecil, menunjukkan respons publik tidak berupa penolakan terbuka yang masif, melainkan kritik berbasis kinerja.
Kasus ini menggeser percakapan publik dari sekadar isu personalia pimpinan BGN menuju pengawasan ketat terhadap pemanfaatan anggaran MBG. Publik di massmedia menuntut perbaikan tata kelola yang transparan dan bukan sekadar pergantian figur di pucuk pimpinan BGN.
Metodologi ini ditarik menggunakan engine Drone Emprit dari Twitter (X), Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan pemberitaan Media Online pada periode 2 Juni 2026 (18.00 WIB) hingga 3 Juni 2026 (17.59 WIB).












