Lombok Tengah – Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) terus menunjukkan komitmennya dalam mencegah perkawinan anak di Lombok Tengah. Dalam rangka memperkuat respon komunitas terhadap meningkatnya kasus, YGSI menggelar pelatihan penguatan kapasitas alur layanan rujukan kasus perkawinan anak bagi para orang muda, khususnya anggota Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Forum Anak Desa (FAD) di desa-desa intervensi YGSI.
Kegiatan ini diselenggarakan menyusul lonjakan kasus perkawinan anak yang mengkhawatirkan. Pada bulan Mei 2025 saja, tercatat lima kasus perkawinan anak, bahkan dua di antaranya terjadi dalam satu hari di sebuah desa.
“Kami rasa PATBM dan FAD dampingan kami perlu diperkuat pengetahuannya, karena kasus perkawinan anak di Lombok Tengah melonjak,” ujar Nurjihatul Rizkiah, Field Officer YGSI Lombok, pada Selasa, 18 Juni 2025.
Ia menambahkan bahwa pengetahuan yang memadai sangat penting bagi para pendamping di lapangan agar dapat merespons dan merujuk kasus secara tepat.
Senada dengan hal itu, Marwan, Ketua PATBM Desa Tumpak, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu mereka dalam memahami alur pelaporan dan penanganan kasus. “Ini sangat penting untuk kami di lapangan. Sebelumnya kami turun hanya dengan pengetahuan seadanya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga layanan. “Kami sering menghadapi tantangan saat menangani kasus, seperti tidak tahu harus melapor ke mana atau bagaimana proses rujukan yang benar. Sekarang kami jadi lebih siap dan percaya diri untuk bertindak,” tambah Marwan.YGSI berharap, melalui penguatan kapasitas ini, para orang muda di desa dapat lebih siap dalam melakukan deteksi dini, intervensi, dan advokasi untuk mencegah perkawinan anak serta melindungi hak-hak anak di wilayahnya. (*)












