Usai Hearing di DPRD, Asosiasi Kepariwisataan Lombok Timur Menghadap Bupati

Lombok Timur Gabungan Asosiasi Kepariwisataan Lombok Timur menghadap ke Bupati H.M. Sukiman Azmy di ruang kerjanya setelah hearing di Gedung DPRD Kabupaten Lombok Timur, Senin (12/7). Gabungan Asosiasi ini menghadap ke Bupati lantaran tidak puas dengan hasil hearing di Gedung Dewan.

Gabungan Asosiasi yang menghadap Bupati ini terdiri dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Lombok Homestay Association (LHA), Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) dan Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombok Timur dan Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA).

Dalam pertemuan singkat tersebut, Bupati H.M. Sukiman Azmy mendengarkan semua permasalahan yang disampaikan oleh keenam Asosiasi. Mereka menceritakan pembahasan pada saat hearing di ruang Komisi 4 pada pagi harinya. Semua Asosiasi Kepariwisataan diberi kesempatan berdialog singkat. Masing-masing Asosiasi menyampaikan sesuai apa yang disampaikan pada saat hearing dengan Anggota DPRD.

Pada kesempatan tersebut, ada beberapa hal yang menurut perwakilan Asosiasi, H. Abdul Aziz, perlu untuk di konfirmasi kepada Bupati.

Bupati H.M. Sukiman Azmy, memahami semua apa yang disampaikan Perwakilan Aosiasi dan akan memberikan jalan keluar yang terbaik untuk mengakomodir semua Asosiasi Kepariwisataan yang ada di Lombok Timur. 

Sebelumnya Gabungan Asosiasi Kepariwisataan melakukan hearing ke Gedung Dewan mengenai proses rekrutmen Anggota BPPD. Sesuai dengan surat undangan Hearing oleh DPRD komisi IV kepada Asosiasi Kepariwisataan Lombok Timur, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, dan Tim Pansel, Senin pagi (12/7). Hearing dimulai pukul 10.00 WITA, dan berakhir pukul 12.00 WITA. Di akhir hearing, Ketua Sidang H. Lalu Hasan Rahman berpesan bahwa Dinas Pariwisata Lombok Timur dengan BPPD segera berembuk kembali dengan Asosiasi Kepariwisataan yang ada sekarang ini. Dan bagi Asosiasi yang menurut Kepala Dinas Pariwisata tadi belum terdaftar agar jemput bola untuk segera didaftarkan. Enam Asosiasi Kepariwisataan yang hadir dalam hearing dipersilahkan untuk hearing langsung dengan Bupati maupun Gubernur. (Asbar)

Respon (1)

  1. Lalu apa persoalan yg membelenggu pariwisata Lotim, kalo persoalan sampah kawasan wisata sudah jelas, pesoalan lainnya apa? Selain tamu yg sepi akibat COVID 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *