Umum  

Usai Buka MTQ XXIX Tingkat Provinsi NTB, Zulkieflimansyah Nongkrong Bersama FORMABES

Lombok Timur – Dr. Zulkieflimansyah Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) didampingi Hj. Niken Zulkieflimansyah, Kepala Dinas Sosial Dr. H. Ahsanul Khalik, Kepala Dinas Kominfo, melakukan silaturahmi dan nongkrong bersama Pemuda Masbagik yang tergabung dalam Forum Masbagik Bersatu (FORMABES). 

Pertemuan tersebut bertempat di kediaman Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB H. Pahrur Rozi di Kampung Baru Desa masbagik Selatan Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kamis, (30/06).

Dalam pertemuan bersama FORMABES tersebut, dilakukan setelah menghadiri acara pembukaan MTQ XXIX tingkat Provinsi NTB di Lapangan Gotong Royong Masbagik. 

Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam kesempatan itu mengungkapkan, terima kasih sudah memberikan tempat untuk  berdiskusi bersama pemuda Masbagik. 

Selain itu, Zulkieflimansyah juga memberikan motivasi kepada pemuda untuk melanjutkan kuliah. Karena Pemerintah Daerah Provinsi NTB juga menyediakan beasiswa pada mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah. Akan tetapi, Ia berharap untuk berjuang dan jangan pulang dulu akan tetapi berjuang dulu. 

“Talenta orang NTB sesungguhnya luar biasa. Sehingga silakan berproses dan berjuang raih cita-cita,” cetusnya. 

Tambahnya, Ia mengajak dan menegaskan kepada aktivis-aktivis NTB jangan saling senggol. Akan tetapi bagaimana saling mendorong dan Saya juga mendorong kepada anak-anak muda untuk melanjutkan kuliahnya. 

Sementara itu, Ketua Formabes Bayu Ade Surya menyampaikan beberapa program kegiatan yang memang sudah dilakukan di antaranya Forum Discussion Club (FDC) bersama, Mobile Education Bencana, pendampingan pelatihan dan penelitian SMA dan beberapa program sosial lainnya. 

“Kami pengurus sudah melakukan beberapa program sosial,” ungkapnya. 

Selain itu, Bayu Ade Surya dalam pertemuan tersebut menanyakan langsung terkait program beasiswa Pascasarjana. Hal itu, diungkapkan di depan Gubernur karena banyak pemuda Masbagik yang ingin melanjutkan kuliahnya akan tetapi tidak adanya akses. 

“Kita minta diberikan akses untuk melakukan pengajuan beasiswa S2,” tandasnya. (HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *