Sekretaris Dispar Lotim Tidak Menafikan Masih Adanya Dugaan Pungli di Beberapa Destinasi Wisata

Lombok Timur – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Timur melalui Sekretaris Dispar Widayat tidak memungkiri masih terjadinya pungutan tidak resmi atau pungutan liar (pungli) di destinasi wisata Lombok Timur.

“Jika tidak memenuhi lima syarat yaitu objek jelas, payung hukumnya jelas, orang-orangnya jelas, alatnya jelas dan setornya jelas. Di luar itu tidak ada, itu yang dikatakan pungli,” ungkap Widayat saat ditemui, Selasa (10/08). 

Widayat juga meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk membantu menyetop pungli ini di semua destinasi yang tidak menggunakan tiket. Ia sebutkan di lokasi itu semua orang bebas masuk. 

“Kalau gak ada tiketnya, masuk aja gak ada masalah. Kalau ada mungut itu berarti pungli,” ujarnya.

Ia berpesan kepada semua pengelola destinasi untuk mengurus ijin dan melengkapi sesuai dengan ketentuan yang sudah ada. Karena ini bisa dilakukan penindakan oleh tim Saber Pungli apabila tidak melengkapi sesuai dengan ketentuannya. 

“Kepada semua pengelola wisata melaporkan tiketnya kepada Bapenda. Pemerintah Desa boleh melakukan pencetakan tiket sendiri akan tetapi harus diserahkan ke Bapenda untuk dikorporasi,” ucapnya. 

Sementara dari data di Dispar Lotim lebih dari seratus destinasi yang ada di Lotim. Tiga belas destinasi yang dikelola oleh Dinas Pariwisata. Ia memastikan 13 titik objek destinasi wisata yang dikelola oleh Dispar dikelola secara jelas dan standar harga tiket masuk sudah ditetapkan dan itu masuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tarif setiap destinasi yang kita kelola itu jelas. Mulai dari Rp. 5000 hingga Rp. 10000. Lebih dari itu jelas Pungli,” jelasnya. (HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *