Kukuhkan Anggota BPPD Lotim, Bupati Tekankan Empat Tugas

Lombok Timur – Sembilan Anggota Unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Lombok Timur dikukuhkan oleh Bupati di lobby Komplek Kantor Bupati, Senin (28/6).

Pengukuhan yang dilakukan langsung oleh Bupati ini berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 188.45/336/PAR/2021 tentang Keanggotaan Unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021-2025. Hadir pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Lombok Timur, Kepala Dinas Pariwisata, serta beberapa Pimpinan OPD terkait. 

Sembilan anggota Unsur Penentu Kebijakan BPPD Lotim yang dikukuhkan hari ini yaitu, Muhammad Nursandi, H. Gufranuddin, Yogi Birrul Walid Sugandi, Busran Ekamayadi, Idham Khalid, Iwan Marindra, Mastur, Izzul Khairi, dan Muh. Nurji.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh regulasi terkait BPPD, dari sembilan orang anggota Unsur Penentu Kebijakan tersebut ditentukan tiga orang pengurus. Muhammad Nursandi sebagai Ketua, H. Gufranuddin sebagai Wakil Ketua, dan Yogi Birrul Walid Sugandi sebagai Sekretaris. Sedangkan enam orang lainnya menjadi anggota.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy, menyampaikan empat pesan kepada Anggota BPPD yang baru dikukuhkan. Pertama, meningkatkan citra pariwisata sesuai dengan kapasitas, yakni pariwisata di daerah Lombok Timur. Kedua, bagaimana upaya untuk memperbanyak jumlah wisman (baca: wisatawan mancanegara) yang akan menambah jumlah devisa bagi daerah. Ketiga, menggalang pendanaan dengan berbagai sektor terkait. Keempat, melakukan penelitian tentang pengembangan bisnis kepariwisataan. 

Sementara itu, Nursandi, sesaat setelah pelantikan memberikan keterangan kepada media ini terkait bagaimana kerja BPPD ke depan. Ia menegaskan bahwa di Pariwisata tidak bisa kerja sendiri, harus ada keterlibatan banyak pihak.

“Pariwisata ini tidak bisa kerja sendiri, bukan kerja one man one show,” tegas laki-laki yang akrab dipanggil Sandi ini.

Nursandi juga menanggapi pesan Bupati terkait harapannya agar penggalangan dana dari berbagai sektor, agar BPPD bisa mandiri dan tidak mengandalkan keuangan daerah saja. 

“Ke depan kita akan kembangkan konsep low budget high impact, biaya rendah tapi dampak besar,” pungkasnya dengan penuh optimis. (geges)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *