Kedutaan Besar Inggris, BRI Research Institute dan Geopark Rinjani Luncurkan Pojok Digital UMKM Perempuan 

Lombok Timur – BRI Research Institute (BRIRINS), British Embassy Jakarta, Geopark Rinjani-Lombok dan Pusat Inkubasi dan Bisnis, Universitas Hamzanwadi meluncurkan program pemberdayaan digital bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Perempuan dan Pemuda di Sembalun, Lombok Timur, pada Kamis, 4 September 2025. 

Kolaborasi BRIRINS, British Embassy Jakarta, Geoaprk Rinjani dan Pusat Inkubasi dan Bisnis, Universitas Hamzanwadi dalam peluncuran kegiatan pojok digital dan perempuancerdasdigital.id merupakan langkah penting dalam mendorong pengembangan UMKM perempuan dan pemuda. Khususnya di kawasan Geopark Rinjani-Lombok. 

Acara tersebut dihadiri perwakilan Geopark Rinjani, Bappeda NTB, perwakilan pusat inkubasi dan bisnis Universitas Hamzanwadi, pojok digital, Dewi Anjani (Loyok dan Pringgasela) Lombok Timur, Gumi Lantan, Lombok Tengah, Nina Bayan, Lombok Utara, Sembalunta, Lombok Timur, Kades Lantan, Masri Camat Sembalun dan Raden Akria, Kades Senaru dan Kepala Desa Loyok, Muhammad Isnaini. 

Nilam Nirmala, Project Leader BRIRINS mengatakan kegiatan kolaborasi pendampingan bagi pelaku UMKM perempuan tersebut, dimulai sejak bulan Februari 2024 tahun lalu. Hingga 4 September 2025. Ia mengakui, banyak capaian dan perubahan yang terjadi di kelompok UMKM perempuan dan pemuda.  

“Kini, UMKM perempuan dan pemuda telah berhasil menjual produknya lewat sosial media,” ujar Nilam Nirmala. 

Menurutnya, kesuksesan program pojok digital tersebut, tak lepas dari kerja keras para mentor di 4 lokasi program. Peserta dilatih mentor untuk belajar tentang digital marketing, manajemen usaha, pencatatan keuangan, pengembangan produk. Hingga jualan lewat platform Facebook dan Instagram. 

“Dulu hanya posting foto selfie, kini sudah membagikan foto-foto produk masing-masing di sosmed,” kata Project Leader BRI Research Institute. 

Bagi Nilam, program pemberdayaan digital bagi UMKM perempuan dan pemuda telah dibekali untuk mendapatkan pengetahuan, jejaring, pemberdayaan digital, keselamatan digital, pengurusan izin edar. Hingga izin halal. Hal tersebut tak terlepas dari peran mitra kerja di masing-masing lokasi pojok digital. 

Sementara itu, Rita Damayanti British Embassy Jakarta, mengatakan program pemberdayaan digital bagi UMKM perempuan dan pemuda tersebut tersebar di 4 desa antara lain, Desa Lantan, Lombok Tengah, Desa Senaru, Lombok Utara dan di Desa Loyok dan Sembalun, Lotim. 

Program tersebut sebagai wujud dari komitmen pemerintah Inggris dalam rangka mendorong transformasi digital dan mendukung Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia emas di 2045. 

“Program ini, adalah bentuk komitmen kami untuk memajukan UMKM perempuan dan pemuda di Lombok,” ujar Rita Damayanti. 

Menurut Rita, British Embassy Jakarta banyak kolaborasi sama lembaga lokal di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya ia menyebut selama 5 tahun terakhir. Program literasi digital telah berjalan di berbagai kawasan di Indonesia. Dan setiap pelatihan dipastikan, kelompok UMKM perempuan dan pemuda turut terlibat aktif.  

“Kami dorong keterlibatan semua kelompok perempuan dan kesetaraan gender dalam program ini,” kata Rita Damayanti British Embassy Jakarta.

Pada kesempatan yang sama Meliawati, menjabat Manajer Penelitian dan Pengembangan Kerjasama Antar Lembaga, Geopark Rinjani menyambut baik program pemberdayaan digital bagi UMKM perempuan dan pemuda di wilayah Geopark Rinjani tersebut. 

“Kami ucapkan terima kasih pada British Embassy Jakarta dan BRI Research Institute yang telah mendampingi UMKM perempuan,” kata Meliawati.  

Meliawati menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan rekomendasi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2025 terkait pendampingan kelompok perempuan UMKM di Pulau Lombok. Kegiatan tersebut juga nantinya akan dilaporkan Geopark Rinjani ke jaringan Indonesia dan Geopark Asia Pasifik. 

“Kegiatan ini sangat membantu UMKM perempuan. Kami terus berkomitmen bekerja sama mitra kerja Geopark Rinjani,” ujar Meliawati.  

Selain itu, Hj. Siti Rohmi Djalilah yang juga Rektor Universitas Hamzanwadi menyambut baik kegiatan literasi digital untuk kelompok UMKM perempuan yang diinisiasi BRIRINS, British Embassy Jakarta dan Geopark Rinjani. Sebagai Rektor, ia menegaskan agar kegiatan pemberdayaan UMKM perempuan tersebut bisa menjadi titik awal yang baik bagi UMKM perempuan di Desa Loyok, Senaru, Lantan dan Sembalun. 

“Produk UMKM kita bagus dan unik. Program pojok digital ini dipastikan menguatkan UMKM perempuan dan pemuda,” kata Rektor Universitas Hamzanwadi.

Ke depan, Ummi Rohmi, berharap program pemberdayaan digital bagi UMKM perempuan dan pemuda bisa dikembagkan agar kelak produk UMKM perempuan di 4 lokasi tersebut bisa dikenal hingga mancanegara. 

“Kita ucapkan terima kasih sama British Embassy Jakarta, BRI Research Institute dan Geopark Rinjani yang telah memfasilitasi program ini,” harapnya. (*)

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *