Lombok Timur – Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik (IKMM) menggelar kegiatan Workshop Editing & Strategi Pemasaran Konten Digital pada Senin, 12 Januari 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Desa Masbagik Timur. Kegiatan ini diikuti oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari ibu-ibu kader desa, karang taruna, mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat umum, sebagai wujud upaya kolektif memperkuat literasi dan kapasitas digital di tingkat lokal.
Workshop ini berangkat dari kesadaran kritis bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi isu perkotaan atau generasi muda semata, melainkan kebutuhan lintas usia dan profesi. Di tengah masifnya arus informasi digital dan ekonomi berbasis konten, masyarakat desa dituntut tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten yang kreatif, etis, dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan peserta. Muhammad Zian Kurniawan, pemuda asal Lombok Tengah yang dikenal aktif dalam pengembangan desain visual digital, membawakan materi editing konten menggunakan aplikasi Canva. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya desain yang komunikatif, sederhana, dan kontekstual dengan karakter audiens lokal. Menurutnya, kemampuan editing dasar merupakan pintu masuk bagi masyarakat untuk mempromosikan produk UMKM, kegiatan desa, hingga kampanye sosial secara mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ucok Suka Jajan, influencer Lombok yang dikenal luas melalui konten kuliner dan promosi lokal, menyampaikan materi tentang strategi pemasaran konten digital. Ia menyoroti pentingnya konsistensi, kejujuran konten, serta pemahaman algoritma media sosial sebagai instrumen strategis dalam membangun jangkauan dan kepercayaan audiens. Dalam perspektif kritisnya, Ucok menegaskan bahwa konten digital tidak boleh hanya mengejar popularitas semu, tetapi harus memberi dampak nyata bagi ekonomi dan identitas lokal.
Secara ilmiah, kegiatan ini mencerminkan praktik community-based learning dan participatory development, di mana mahasiswa tidak memosisikan diri sebagai aktor elitis, melainkan fasilitator pengetahuan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Workshop ini juga menjadi ruang interaksi antargenerasi yang produktif, mempertemukan pengalaman praktis ibu-ibu kader dengan kreativitas pemuda dan pendekatan akademik mahasiswa.
Muhamad Dicky Subagia selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik dalam kesan dan pesannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen IKMM untuk menjadikan organisasi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis editing atau pemasaran konten, tetapi ikhtiar kolektif untuk membangun kesadaran digital masyarakat Masbagik. Kami ingin memastikan bahwa ibu-ibu kader, pemuda, dan mahasiswa memiliki bekal pengetahuan agar tidak tertinggal dalam arus transformasi digital,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan IKMM akan terus mendorong program-program berbasis edukasi dan pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, seraya membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah desa, komunitas pemuda, dan pelaku kreatif lokal.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruangan workshop, tetapi dipraktikkan dan ditularkan. Ketika masyarakat desa mampu mengelola konten digitalnya sendiri, maka kemandirian ekonomi, sosial, dan budaya akan tumbuh secara berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, IKMM menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi kekeluargaan mahasiswa, tetapi juga sebagai simpul intelektual yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di Masbagik, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang era digital.












