Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengambil langkah strategis dan revolusioner untuk menjadikan kawasan pesisir sebagai pusat inovasi rumput laut nasional. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Rumput Laut Spesialis tercanggih yang difokuskan pada pencetakan bibit unggul.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Lotim, Haerul Warisin, yang menegaskan bahwa laboratorium ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan pusat riset dan edukasi guna menjawab persoalan klasik nelayan, mulai dari rendahnya kualitas bibit hingga minimnya pengetahuan budidaya.
Bupati Lotim yang akrab disapa H. Iron menjelaskan, laboratorium tersebut akan berfokus pada penelitian genetika dan proses perkawinan bibit rumput laut untuk menghasilkan varietas unggul dengan produktivitas tinggi.
“Nanti kalau laboratorium ini sudah hadir, para ahli akan meneliti dan mengawinkan bibit. Target kita jelas, jika sekarang satu rumpun hanya menghasilkan dua kilogram, dengan bibit unggul dari laboratorium ini hasilnya harus bisa naik dua kali lipat,” tegasnya dengan optimistis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menanti kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, Ph.D., dalam agenda peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium International Tropical Seaweed Research Center dan Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan di Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kamis (12/2).
Selain pengembangan teknologi bibit, laboratorium ini juga dirancang sebagai pusat pelatihan dan edukasi bagi masyarakat nelayan. Bupati menekankan pentingnya perubahan perilaku budidaya, termasuk kedisiplinan dalam masa tanam dan panen agar kualitas dan kuantitas produksi tetap terjaga.
Menurut H. Iron, Lombok Timur memiliki wilayah teluk yang luas dan sangat potensial untuk pengembangan rumput laut skala besar. Namun, potensi tersebut belum tergarap maksimal akibat keterbatasan riset dan kendala teknis di lapangan.
“Potensi kita sangat-sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah edukasi agar masyarakat nelayan memiliki ilmu yang mumpuni. Jika riset ini berhasil, kesejahteraan nelayan Lotim akan meningkat pesat,” pungkasnya. (*)









