Lombok Timur – Hiruk-pikuk perempatan Masbagik terasa berbeda akhir pekan ini. Bukan sekadar kepadatan lalu lintas biasa, melainkan gelombang solidaritas yang dikemas dalam harmoni musik dan seni.
Di bawah terik matahari dan semangat yang menyala, puluhan relawan dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kecamatan Masbagik turun ke jalan. Misi mereka satu: menggalang kepedulian untuk saudara-saudara yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pada malam harinya, ada pemandangan yang menyita perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Grup musik PORTIMOT (Porok-Porok Timbang Momot) dari Lombok Homestay Association tampil menggebrak panggung jalanan.
Kolaborasi Lintas Benua di Jalanan Masbagik
Suasana semakin pecah ketika sang vokalis, Ahyak Mudin, berduet dengan sosok yang tak biasa. Miriam, seorang gadis relawan asal Republik Ceko, tampil percaya diri membawakan tembang-tembang Sasak. Kehadiran “Bule Ceko” yang fasih melantunkan nada lokal ini sontak menjadi magnet, membuat pengendara memperlambat laju kendaraan dan warga merapat ke posko relawan.
Tak hanya menyumbangkan suara, Miriam juga mendedikasikan dirinya menjadi objek seni. Di sudut lain, Mas Yanto, seniman perupa setempat, dengan telaten menggoreskan kuas di atas kanvas, melukis sosok Miriam secara langsung (live painting). Hasil penjualan lukisan ini nantinya didedikasikan sepenuhnya untuk donasi bencana.
Antusiasme Membludak, Acara Diperpanjang
Semangat relawan dan respons positif masyarakat membuat durasi acara yang semula direncanakan berakhir hari ini, diputuskan untuk diperpanjang.
“Kami panitia sangat berterima kasih. Melihat partisipasi luar biasa dari semua OKP, seniman, dan musisi, kegiatan ini kami perpanjang hingga Minggu, 28 Desember 2025,” ujar Mirzoan Ilhamdi, Koordinator Lapangan (Korlap) Posko Relawan Masbagik, mewakili Ketua Posko H. Subki Hulaimi.
Mirzoan, yang tampak sibuk mengoordinasikan tim di lapangan, menegaskan bahwa acara ini murni ajang charity. “Ini ikhtiar kecil kami untuk meringankan beban saudara di Sumatera. Insyaallah, seluruh donasi akan disalurkan langsung melalui BAZNAS Kabupaten Lombok Timur,” tambahnya.
Hingga pukul 22.00 WITA nanti, alunan musik dan semangat kemanusiaan masih akan menggema di Masbagik. Sebuah bukti bahwa seni dan solidaritas mampu menyatukan perbedaan—bahkan antara Lombok dan Ceko—demi satu tujuan mulia: kemanusiaan. (*)













