Firman Gusti, dari Guide Gunung Beralih Jadi Buruh Bangunan

Lombok Timur – Namanya Firman Hisni, usianya 52 tahun. Meski tergolong sudah setengah abad, tetapi untuk urusan membelah gelapnya hutan dan menapaki ketinggian Gunung Rinjani, laki-laki yang akrab dipanggil Gusti ini cukup ahli. Tubuhnya juga tidak kekar, tapi cukup kokoh untuk membawa beban hingga lebih dari 20 kg di pundaknya. Baginya, berjalan kaki belasan kilometer dengan beban berat di pundaknya, sudah hal yang biasa sebagai guide sekaligus porter.

Gusti yang berasal dari Masbagik cukup dikenal di Lombok Timur. Sejak usia 18 tahun, Ia  bekerja di Bali dari tahun 1988 sampai dengan tahun 1993. Ia lalu pulang ke Lombok dan menjadi pedagang asongan aksesoris perak yang dibawanya dari Bali. Dan sekaligus jadi guide di Senggigi. Dia adalah satu dari sekian banyak guide bagi para Tamu Pendaki Gunung Rinjani.

Bagi Gusti, menjadi seorang guide adalah pekerjaan yang banyak ditekuni teman sekampungnya, di Masbagik Lombok Timur. Selama 23 tahun dirinya menjadi Pemandu di Gunung. Sudah banyak Gunung yang ditaklukkan ketika mengantar tamunya. Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Agung, gunung Batur di Bali, Gunung Rinjani Lombok, dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa pernah Ia daki bersama para wisatawan.

Namun, sekarang Firman Gusti serta ratusan guide dan porter sudah lebih dari dua tahun tidak beraktivitas di Gunung karena sepinya tamu akibat dari merebaknya Covid-19. Saat Wartawan massmedia menemuinya beberapa waktu lalu, untuk sementara waktu Gusti alih profesi menjadi buruh bangunan demi untuk menghidupi istri dan 4 orang anaknya.

Temannya, guide yang dari Senaru, kata Gusti, banyak yang jadi buruh panen jagung sampai ke Sumbawa, ada yang jualan pentol bakso, dan buruh di pasar.

Dia mengaku, dulu cukup cekatan membantu para pendaki sebagai petunjuk jalan. Kakinya pun cukup lincah dan kuat menapak jalan setapak. Langkahnya cukup konsisten berjalan di tengah gelapnya hutan. Meski dengan penerangan seadanya, dia mampu berjalan cukup cepat. Rata-rata pendaki Gunung Rinjani membutuhkan waktu satu hari satu malam.

Banyak temannya yang sering mengolok-olok dirinya, disuruh berhenti jadi Guide Gunung karena rambutnya sudah ubanan. Namun, karena hobi sekaligus sebagai mata pencaharian sehari-hari, Gusti tidak menghiraukan olok-olok tersebut. “Saya tetap akan jalankan profesi Guide Gunung sampai kaki ini sudah tidak kuat jalan lagi,” pungkas Gusti sembari berharap semoga pandemi segera berakhir dan pariwisata bangkit. (Asbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *