MATARAM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Sosiologi Universitas Mataram telah melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram pada tanggal 05 Januari 2026 hingga 03 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah arahan pembimbing lapangan dari BNN Kota Mataram dengan fokus utama pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui program deteksi dini dan penyuluhan.
Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh BNN, khususnya dalam program deteksi dini serta sosialisasi bahaya narkotika. Kegiatan penyuluhan dilakukan di sejumlah sekolah di Kota Mataram, instansi TNI AU, serta beberapa instansi pemerintahan.
“Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan sebagai bagian dari tim edukasi yang menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak penyalahgunaan narkotika,” ungkap Wayan Asih Sari selaku Ketua Kelompok.
Wayan Asih Sari menambahkan bahwa metode yang digunakan dalam penyuluhan meliputi penyampaian materi secara langsung, diskusi interaktif, serta penggunaan media edukatif untuk meningkatkan pemahaman peserta. “Materi yang disampaikan disesuaikan dengan karakteristik audiens, sehingga dapat diterima secara efektif oleh pelajar maupun aparatur instansi,” imbuhnya.
Seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama PKL telah didokumentasikan dalam bentuk foto, video, serta laporan kegiatan harian. Dokumentasi ini akan dilampirkan dalam laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bukti pelaksanaan kegiatan.
Wayan Asih Sari juga menyampaikan bahwa selain menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika, kegiatan tersebut juga sebagai wujud sumbangish mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dari narkoba.
“Kegiatan PKL ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam bidang pencegahan penyalahgunaan narkotika, tetapi juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program BNN Kota Mataram untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” pungkasnya. (*)












