Terkait Kunjungan Menpar, Bupati: Ikuti Protokol Kementerian

Lombok Timur – Menanggapi kekecewaan Pelaku Wisata Tetebatu terkait tidak adanya Tetebatu dalam daftar rencana Desa yang dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy, meminta untuk menyesuaikan dengan protokol Kementerian. Hal ini disampaikan Sukiman saat ditemui di Kantor Bupati, Selasa (2/11).

Rencana kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Lombok mendapat perhatian para pelaku Wisata. Pasalnya, selain agenda ke Tiga Desa Wisata yang masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, kabarnya bahwa Menpar dijadwalkan berkunjung ke Lombok Timur, tepatnya di Labuhan Haji untuk meninjau vaksinasi. 

Protes datang dari Pelaku Wisata di Tetebatu dan sejumlah Penggiat Pariwisata di Lombok Timur. Mereka mengaku kecewa karena tidak dikunjunginya Tetebatu yang notabene sebagai salah satu perwakilan Indonesia di Ajang Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021.

Menanggapi hal ini, Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy menanggapi dengan datar. Dikatakan Bupati bahwa yang harus diikuti adalah protokol Kementerian karena acara tersebut adalah acara Kemenparekraf. 

“Yang berkunjung itu kan Menteri, kita sebagai tuan rumah tentu menyesuaikan dengan Protokol Kementerian. Tidak bisa kita paksakan diri menteri harus hadir karena kepentingannya berbeda. Mungkin ada acara yang lebih penting lagi yang sudah direncanakan oleh Pak Menteri. Kita menyesuaikan,” terang Bupati.

Sukiman menerangkan, rencana kunjungan Menpar tersebut harus dilihat dengan ukuran skala prioritas sesuai kondisi saat ini yang sedang Pandemi. Bupati dua periode ini menegaskan vaksin menjadi prioritas utama pada saat pandemi ini. 

“Barangkali fokusnya saat ini Kecamatan Labuan Haji untuk kegiatan Vaksin. Bagaimana mungkin datang banyak-banyak ke Desa Tetebatu kalau belum divaksin. Karena saat ini fokusnya Vaksin kepada semua masyarakat,” beber Sukiman.

Sukiman meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memaksakan. Tidak adanya kunjungan ke Desa Wisata Tetebatu bukanlah menjadi masalah.

“Desa Tetebatu nanti pengumuman akhir bulan November. Kita masih punya waktu kemudian jangan dipaksakan dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Bupati menegaskan masih banyak kesempatan Pak Menteri untuk datang ke Desa Tetebatu, Kotaraja, Loyok, Peringgasela dan desa lainnya di Lombok Timur. 

“Mari kita berkeyakinan bahwa suatu saat Pak Menteri akan datang khusus untuk Desa Tetebatu,” pinta Sukiman. (HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *